Pariwisata Gunung Kidul Masuk Dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur

KITANESIA, YOGYAKARTA- Dalam mendukung pengembangan industri pariwisata Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pengembangan infrastrukturnya harus termasuk dalam salah satu kawasan strategis pariwisata nasional Borobudur, yang saat ini sedang dipacu.

“Kementerian PUPR mendukung 10 kawasan strategis pariwisata nasional, walaupun tidak eksplisit, Gunung Kidul bisa masuk pada pengembangan strategis Borobudur, sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas,” tutur Menteri Basuki dalam Seminar Nasional Pengembangan Industri Pariwisata Gunung Kidul, di Daerah Istimewa Yogyakarta (18/11).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut menjadi pembicara adalah Gubernur D.I.Y Sri Sultan Hamengkubuwono X, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Bupati Gunung Kidul Badingah.

Menteri Basuki mengatakan pada tahun pertama ini dalam pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional, pemerintah telah bekerja sama dengan Bank Dunia untuk fokus di tiga kawasan yaitu Danau Toba, Borobudur dan Labuan Bajo.

pengembangan-pariwisata-gunung-kidul-masuk-dalam-kawasan-strategis-pariwisata-nasional-borobudur-3

“Ini kita ambil kesempatan pengembangan kawasan Borobudur ini agar melebar ke Gunung Kidul, karena memang ini bisa ikut dikembangkan salah satunya adalah untuk mendukung 10 kawasan strategi pariwisata nasional,” tutur Menteri Basuki.

Selain itu pembangunan inftasruktur PUPR untuk mendukung pariwisata Gunung Kidul adalah dengan melakukan peningkatan konektivitas dari Gunung Kidul ke pusat-pusat pelayanan utama dalam kawasan seperti akses dari dan ke Bandara Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Kota Solo dan sebagainya.

Menteri Basuki juga mengatakan, upaya yang dilakukan yaitu peningkatan kapasitas pelayanan Perkotaan, antara lain di Wonosari berupa pembangunan untuk penyediaan air baku, air bersih, sanitasi, perumahan dan drainase.

Sementara itu Direktur BCA Suwignyo Budiman selaku penyelenggara seminar tersebut mengatakan, saat ini Yogyakarta telah menjadi destinasi pariwisata terbesar di Indonesia. Guna meningkatkan jumlah pengunjung dan masa kunjungan di daerah istimewa ini, di perlukan ide atau strategi untuk mencapainya.

“Oleh karena itu, kami bersama pemerintah dan seluruh pihak ingin bekerja sama mengembangkan atraksi atau objek wisata yang dapat menahan wisatawan tinggal lebih lama di Yogyakarta, salah satunya pengembangan wisata di Kabupaten Gunung Kidul,” tambah Suwignyo.

Suwignyo mengungkapkan, Gunung Kidul memiliki banyak potensi wisata yang sangat indah, seperti Pantai Baron, Pantai Krakal, Pantai Kukup, Pantai Indrayanti, Pantai Sudak, Pantai Wedi Ombo, Pantai Watu Kodok, Pantai Sadranan, Pantai Sepanjang, Pantai Jogan, dan Pantai Siung.

Potensi wisata tersebut, dibutuhkan investasi besar yang perlu disiapkan pemerintah untuk infrastruktur maupun dari pihak swasta.

“Hal ini yang menjadi dasar dilaksanakan seminar ini yang diharapkan dapat menghasilkan inisiatif besar yang melibatkan pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun daerah dan pihak investor untuk membangun,” tutupnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN