Pariwisata Tawarkan Pesona Tabanan untuk Ditengok Raja Salman

KITANESIA, TABANAN – Menpar Arief Yahya terus memetakan destinasi yang cocok dan laik ditengok Raja Salman bin Abdul Aziz bin Saud hingga 12 Maret 2017 nanti. Mumpung, Raja Arab ini membawa 24 Pangeran dan 10 Menterinya bersama 1.500 rombongan.

“Kata kuncinya, alam yang hijau, sejuk, air, belanja dan kuliner,” kata Menpar Arief Yahya yang sempat menjemput Raja Salman di Bandara Ngurah Rai, Bali, lalu.

Bali sebagai salah satu tujuan wisata dunia memang tidak pernah ada habisnya untuk dibicarakan. Di tengah kunjungan Raja Salman dan seluruh delegasi Kerajaan Saudi, Kementerian Pariwisata tengah memetakan 99 destinasi yang layak untuk dikunjungi. Salah satunya, Desa Belimbing, Tabanan, Bali. Tentu dibantu Pemprov Bali yang menjadi tuan rumah kunjungan raja itu.

“UNWTO (Badan Pariwisata Dunia, red) ikut mendeklarasikan Desa Belimbing menjadi desa wisata pada 2010. Desa ini memiliki pesona pemandangan indah dengan balutan hawa yang sejuk, sangat cocok untuk wisatawan Timur Tengah atau delegasi Raja Salman yang sedang berlibur di Bali,” ucap Gubernur Bali, Made Mangku Pastika yang didampingi Kadispar Bali, AA Gde Gede Yuniartha Putra, Selasa (7/3).

Hamparan sawah dengan bentuk berundak dengan teras-teras kecil (terasering, red) terhampar luas di kawasan Desa Belimbing, Pupuan, Tabanan. Setidaknya ada delapan titik di desa ini yang sangat oke untuk dijadikan latar belakang swafoto.

“Panoramanya memang keren. Banyak yang bilang ini lebih indah dari Ubud,” kata Pastika.

Banyak juga yang menyebut kawasan ini layaknya miniatur kawasan Jatiluwih yang terkenal dengan teraseringnya. Tempat ini juga bukan hanya menawarkan pemandangan sawah, ada menawarkan kolaborasi sawah dan kebun. Tawaran lain adalah menelusuri sungai dan air terjun. Dan semuanya itu, dibalut dengan panorama Gunung Batukaru.

Yang hobi tracking, ada jalur khusus untuk pejalan kaki. Selama perjalanan, Anda akan ditemani suara gemericik air di area sawah tersebut. Bagi mereka yang sudah bosan dengan suasana pantai atau wisata mainstream yang disuguhkan di Bali Selatan, pesona alam desa ini bisa menjadi pilihan. “Di sana juga punya potensi yang tidak kalah dari Kuta dan Ubud. Suasananya sepi, tapi itu justru menjadi nilai tambah Desa Belimbing,” timpal AA Gede Yuniartha, Kadispar Bali.

Ya, tempat ini masih bisa dikatakan sepi dari jamahan industri pariwisata. Namun bukan berarti tempat ini mati. Suasana sepi itulah yang kemudian dicari para wisatawan. Dan hal itu, ikut diamini Menpar Arief Yahya.

“Tabanan itu memiliki panorama alam nan indah hijau ada di kaki sebuah gunung berapi aktif Batukaru. Sangat pas dengan karakter wisatawan Arab Saudi yang menyukai destinasi bernuansa hijau, pohon-pohon, air tawar dan suasana sejuk. Kami akan terus merekomendasikan tempat-tempat yang layak dan cocok dikunjungi oleh keluarga kerajaan, karena mengeksplorasi Bali and beyond itu memang tidak cukup hanya 5-8 hari,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Mantan Dirut Telkom ini menyadari, Arab adalah negara yang nuansanya cokelat, panas, padang pasir dan keras. Maka impiannya adalah hijau, sejuk, berair. “Sama dengan orang Indonesia kalau melihat salju di Eropa atau Amerika? Hebohnya gak berhenti-berhenti, storage memory card di kamera HP nya sampai overlimit!” kata Arief Yahya.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN