Pembangunan Bendungan di Indonesia Yang Terus Berkelanjutan

KITANESIA, Semarang – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meminta dukungan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) mensukseskan program Pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan salah satunya melalui pembangunan bendungan yang saat ini dilakukan oleh Kementerian PUPR.

“Dari 7,3 juta hektar lahan irigasi, yang mendapatkan jaminan air dari bendungan baru 11%, mari bersama kita berusaha meningkatkannya menjadi 19-20% melalui pembangunan bendungan yang sedang dilakukan Pemerintah” kata Menteri Basuki saat membuka acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXXIII dan Kongres XII HATHI di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/11).

Menteri Basuki menjelaskan bahwa Kementerian PUPR memiliki program pembangunan 65 bendungan pada periode 2014-2019 yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan yang belum selesai 2014 dan 49 bendungan baru. Dengan selesainya 65 bendungan nantinya akan mampu menampung 6,7 miliar liter kubik air.

Tahun ini 8 bendungan baru dimulai pembangunannya yakni Bendungan Way Sekampung di Provinsi Lampung, Kuwil Kawangkoan di Sulut, Ladongi di Sulteng, Napunggete di NTT, serta 4 bendungan di Jawa Barat yakni Ciawi, Sukamahi, Leuwikeris dan Cipanas.

Sementara sebanyak 5 bendungan telah selesai pada 2015 lalu antara lain Bendungan Rajui (Aceh), Jatigede (Jawa Barat), Bajulmati (Jawa Timur), Nipah (Jawa Timur), dan Titab (Bali).

Kemudian ditargetkan selesai pada tahun 2016 ini yakni bendungan Paya Seunara (Aceh) dan Teritip (Kalimantan Timur).

Melalui Pertemuan Ilmiah Tahunan ini, Menteri Basuki mengharapkan dapat dibentuk tenaga-tenaga profesional dibidang pengelolaan sumber daya air yang berkualitas.

Agenda pertemuan Hathi kali ini memiliki 3 sub-tema, yaitu; (i) mitigasi, adaptasi, pemantauan dan evaluasi perubahan iklim, (ii) peningkatan profesionalisme dalam bidang sumber daya air, dan (iii) konservasi, pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air untuk ketahanan air. (*)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN