Pembangunan Rusun Membantu Pencapaian Program Satu Juta Rumah

KITANESIA, BEKASI – Pembangunan apartemen murah atau rumah susun (Rusun) sangat membantu tercapainya target program satu juta rumah. Disamping itu Rusun menjadi alternatif utama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terutama yang tinggal diperkotaan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Syarif Burhanuddin mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada acara peresmian pembangunan Apartemen Riverview Residence di Kawasan Industri Jababeka, Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (30/11).

“Rusun bisa memenuhi kebutuhan akan rumah, Rusun bukan lagi pilihan tetapi alternatif prioritas,”jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan rumah lebih banyak di masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) namun dalam Program Satu Juta Rumah, tidak hanya membangun rumah bagi MBR tapi juga bagi non MBR. Pada tahun ini pemerintah menargetkan membangun rumah bagi MBR sebanyak 700.000 unit dan 300.000 untuk non MBR.

Untuk membantu masyarakat memiliki rumah layak huni, lanjut Syarif, pemerintah memberikan kemudahan dengan menetapkan uang muka sebesar 1 persen dan jangka waktu angsuran cicilan hingga 20 tahun dengan bunga tetap 5 persen. Bahkan pemerintah pun memberikan fasilitas bantuan uang muka (BUM) sebesar Rp 4 juta secara tunai.

pembangunan-rusun-membantu-pencapaian-program-satu-juta-rumah-2

 

Ia menambahkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2010 jumlah kekurangan rumah (backlog) sekitar 13,4 juta unit dan pada 2015 jumlah backlog berkurang menjadi 11,4 juta unit. “Kalau melihat data tersebut, artinya terjadi pertumbuhan jumlah perumahan setiap tahun,” katanya.

Untuk diketahui PT Jababeka PP Properti merupakan perusahaan patungan antara PT PP Properti Tbk dengan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk akan membangun Apartemen Riverview Residence di Kawasan Industri Jababeka. Apartemen tersebut akan dibangun sebanyak empat tower yaitu Tower Mahakam, Tower Bengawan, Tower Kapuas, dan Tower Barito dengan total hunian mencapai 3.600 unit di atas lahan seluas 2,5 hektar.

Untuk tahap pertama, akan dibangun Tower Mahakam yang memiliki 935 unit dengan tinggi 21 lantai dan ditargetkan selesai pada Desember 2018. Kemudian pada 2017 akan dilakukan pemasaran Tower Bengawan dan dilanjutkan dengan pembangunan konstruksi setinggi 21 lantai, sementara untuk Tower Kapuas dan Barito masing-masing tingginya 22 lantai. Secara keseluruhan pembangunan Riverview Residence akan selesai pada 2021.

Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat yang juga hadir dalam acara peresmian tersebut menyampaikan bahwa PT PP Properti sangat mendukung program pemerintah dalam membangun hunian yaitu Program Satu Juta Rumah.

“Dukungan tersebut kami wujudkan dengan membangun Riverview Residence yang terdiri dari empat tower dan untuk Tower Mahakam sudah habis terjual atau sold out,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa nilai investasi awal di luar konstruksi mencapai Rp 75 miliar dan untuk biaya konstruksi per tower sekitar Rp 150 sampai Rp 200 miliar. Dari total hunian yang dibangun 20-30 persennya adalah Tipe 21 dan 70-80 persennya merupakan tipe 42

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN