Pemeriksaan Dini Kanker Untuk Guru Penting Bagi Masa Depan Generasi Muda

KLATEN- Pemeriksaan dini kanker leher rahim dan kanker payudara sangat penting bagi para Ibu Guru di Indonesia. Hal ini dikarenakan peran mereka sebagai pendidik generasi muda masa depan bangsa.

Untuk itu, hari ini Kamis, 24 November 2016, Ibu Negara Iriana Joko Widodo hadir dalam acara Gerakan Nasional Pekan Deteksi Dini IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) bagi Ibu Guru Indonesia yang diselenggarakan di Alun-Alun Kabupaten Klaten.

Acara ini dilaksanakan guna memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November esok dan serentak dilakukan dari tanggal 24 November sampai dengan 2 Desember 2016 di Kota Banda Aceh, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Klaten, Surabaya, Palangkaraya, Balikpapan, Makasar, dan Ambon dengan target 200 orang guru di tiap-tiap kota.

“Hari ini bisa bertemu dengan ibu-ibu guru, khususnya ibu guru di Klaten. Dan pada hari ini juga ada pemeriksaan IVA Test gratis ya Bu. Kalau ibu-ibu sudah punya kartu BPJS pastinya gratis semua,” kata Ibu Iriana di depan sekitar 5000 undangan yang hadir.

pemeriksaan-dini-kanker-2

Dalam acara tersebut, Ibu Iriana sempat melakukan dialog dengan tiga orang guru mengenai kesediaan mereka mengikuti program tersebut. Keseluruhan guru itu mengatakan bahwa dengan penuh kesadaran sendiri, mereka memeriksakan diri demi alasan kesehatan.

“Nah, ini baru namanya ibu guru. Nanti bisa disampaikan ke ibu-ibu yang lain yang belum berniat memeriksakanĀ  IVA Test ini ya,” ujar Ibu Iriana.

Setelah dari Alun-alun Klaten, Ibu Iriana dan rombongan kemudian menuju Pasar Klaten untuk meninjau program serupa bagi masyarakat umum. Di tempat ini, Program pencegahan dini kanker leher rahim dan payudara diminati ratusan ibu-ibu yang mayoritas merupakan pedagang di pasar tersebut.

“Saya doakan ibu-ibu di sini sehat ya semua ya,” ucap Ibu Negara.

Setelah itu, Ibu Negara kemudian meninjau proses pemeriksaan IVA test dan Sadanis dengan memasuki tiga unit bus pemeriksaan keliling milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker terbilang tinggi. Berdasarkan data dari hasil riset Kementerian Kesehatan tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk, atau sekitar 347.000 orang. Dimana kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

Selain itu, cakupan deteksi dini IVA dan SADANIS di Indonesia sampai dengan tahun 2016 adalah 1.480.468 orang atau sekitar 4%. Untuk itu, program ini masih harus terus ditingkatkan.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN