Penataan Kota Pusaka Mengembalikan Kembali Karakter Kota

KITANESIA, JAKARTA-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan Penataan Bangunan kawasan Pusaka Kota Lama Semarang melalui Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP). Kawasan kota lama Semarang merupakan salah satu lokasi yang dikunjungi oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan rombongan delegasi Belanda yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ke Semarang, Selasa lalu. Mark Rutte dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat berkunjung ke kota lama Semarang, dirinya masih dapat melihat dan merasakan sejarah dimana Indonesia dan Belanda salin berbagi.

Kementerian PUPR sendiri sejak tahun lalu telah melakukan penataan bangunan di kawasan kota lama Semarang yang merupakan salah satu kawasan pusaka. Hasilnya sudah dapat dilihat dimana sebelumnya kawasan tersebut tidak terawatt, kotor, kusam dan banyak coretan di dinding saat ini sudah rapi dan bersih. Penataan yang dilakukan berupa pekerjaan tanah, lantai, saluran drainase, dan lampu taman.

Sedangkan untuk tahun ini, penataan dilanjutkan dengan menyasar pada perbaikan drainase, pekerjaan saluran utilitas dan pemasangan lantai paving di Jl. Branjangan dan Jl. Garuda.

penataan-kota-pusaka-mengembalikan-kembali-karakter-kota-1

“Kawasan lama atau kawasan bersejarah suatu kota perlu dilestarikan karena merupakan aset tak tergantikan dan tak ternilai”kata Menteri Basuki.

Ditambahkannya program penataan dan pelestarian kota pusaka bertujuan untuk mengembalikan jatidiri Kota Semarang sebagai kota yang memiliki karakter. Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Belanda dalam pelestarian kota pusaka pun akan ditingkatkan dimasa mendatang.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN