Penerbangan Adalah Moda Transportasi Paling Aman

KITANESIA– Mindset atau cara pikir orang tentang keamanan sebuah penerbangan sangat dipengaruhi oleh kurangnya informasi dan pengetahuan tentang berbagai aspek dari keamanan sebuah penerbangan. Kejadian naas yang sebenarnya sangat jarang terjadi dalam transportasi udara dibandingkan kecelakaan dalam moda transportasi darat, menimbulkan persepsi yang salah terhadap keamanan sebuah penerbangan. Padahal, pada dasarnya bila kita merujuk pada statistik industri transportasi akan terlihat bahwa transportasi udara adalah moda transportasi yang paling aman sampai saat ini. Hal ini karena prosedur keamanan sebuah penerbangan telah diatur sangat ketat secara internasional dalam International Civil Aviation Organization (ICAO).

Persepsi yang salah tentang keamanan sebuah penerbangan tak lepas dari ketakutan orang saat berada di angkasa yang menimbulkan rasa tak berdaya atau tak bisa berbuat apa-apa jika terjadi gangguan pada pesawat. “Karena itulah ketaatan dalam melaksanakan sistem keselamatan dan keamanan penerbangan secara sungguh-sungguh sangat penting. Dan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau operator penerbangan semata, namun juga menuntut tanggung jawab bersama seluruh unsur terkait, termasuk pengguna jasa penerbangan,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso. Karena itulah, Agus menggelar sejumlah program untuk menanamkan wawasan tentang keselamatan penerbangan.

“Untuk menanamkan sedini mungkin kami menggelar program Duta Aviasi Anak yang sudah diadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkarang, Jakarta pada awal Mei 1017. Sedangkan untuk kalangan mahasiswa, kami menggelar program Aviation Goes to Campus yang pertama kali diadakan di Universitas Sebelas Maret, Solo tanggal 22 Mei 2017,” tutur Agus.

Agus berharap para mahasiswa bisa menjadi agent development dan memberikan masukan-masukan yang membangun. Karena itulah dalam acara Aviation Goes to Campus diberikan door price pada 12 mahasiswa berupa study tour tentang penerbangan dengan cara langsung datang ke industri-industri penerbangan di Jakarta. Di sana para mahasiswa dapat melihat langsung kegiatan perakitan dan pemeliharaan pesawat udara, yaitu di GMF Aero Asia, milik Garuda Indonesia. Mahasiswa juga diajak melihat langsung sistem Air Traffic Controller dengan berkunjung langsung ke Kantor Airnav Indonesia di Tangerang. Selain itu, para mahasiswa pemenang door price juga diajak melihat sistem Airport Operation di terminal Soekarno Hatta.

Study tour itu bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih bagi mahasiswa/mahasiswi tentang penerbangan sekaligus menjadikan para mahasiswa sebagai sebagai communication Relation tentang keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Dengan cara ini diharapkan persepsi yang salah tentang keamanan dan keselamatan penerbangan dapat tersampaikan kepada masyarakat luas melalui para mahasiswa. “Bersama sama kita harus berupaya mengembangkan dunia penerbangan yang memang menjadi alat transportasi utama yang kita butuhkan sebagai negara kepulauan. Bersama-sama kita harus mengedukasi masyarakat bahwa penerbangan adalah moda transportasi yang paling aman. Bersama-sama kita berusaha untuk memajukan bangsa ini melalui dunia penerbangan,” tegas Agus.*

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN