Pengeluaran Rombongan Raja Salman di Jakarta Bisa Ratusan Miliar

KITANESIA, JAKARTA – Rencana kedatangan rombongan pertama delegasi Saudi, Senin (28/2), disambut baik pelaku usaha pariwisata di Indonesia. Perputaran uang selama delegasi Saudi tinggal di Jakarta, diprediksi bakal sangat tinggi.

Ya, Senin (28/2), rombongan pertama kerajaan Arab Saudi tiba di Indonesia. Ada tiga pesawat yang diagendakan mendarat di Bandara Halimperdanakusuma, Jakarta. Rumor yang beredar di lapangan, ada rombongan para pangeran Saudi yang ikut dalam penerbangan tersebut.

”Gelombang pertama delegasi Saudi datang 28 Februari 2017. Tapi detilnya saya tidak tahu. Pangeran, menteri atau lainnya saya belum tahu,” ujar Corporate communications PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Tbk Martha Lory Fransisca, Minggu (27/2).

JAS sendiri adalah perusahaan yang ditunjuk menangani ground handling seluruh delegasi Saudi. Dan dari keterangan awal, ada  sekitar 400 orang yang datang dalam gelombang pertama. “Ada 400 orang. Tapi waktu kedatangan belum bisa dipastikan,” tambahnya.

Rencana kedatangan delegasi Raja Salman ini disambut baik para pelaku usaha pariwisata di Indonesia. Asnawi Bahar, Ketua Umum ASITA menilai ini membawa dampak besar bagi iklim pariwisata Indonesia.

“Dampaknya pasti sangat besar. Dengan jumlah rombongan begitu banyak dan ada agenda berlibur, Kerajaan Arab Saudi pasti merogoh kocek yang tidak sedikit. Dan nominalnya kan dibawa ke Indonesia. Langsung menyentuh pelaku usaha dan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Asnawi, sejak tiba di Jakarta saja, sudah banyak uang yang disebar untuk menyokong kebutuhan 1500 delegasi Saudi.

“Kabarnya tiga hotel di Kuningan sudah dibooking. Jumlah kamarnya 800 lebih. Silakan kalkulasi berapa banyak uang yang masuk ke Jakarta? Cleaning service, satpam, tenaga kebersihan, guide, semua kebagian rezeki,” ungkap Asnawi.

Hitungan pastinya? Memang belum bisa dihitung. Tapi gambaran kasarnya sudah bisa diprediksi. Estimasi Asnawi, dari urusan menginap di Jakarta saja, sudah ada minimal  Rp 16 miliar per hari yang dikeluarkan Kerajaan Saudi.

“Taruhlah tarif menginap per malamnya Rp 20 juta per malam. Kamar yang disewa 800. Hasilnya dikalikan tiga hari, sudah Rp 48 miliar uang yang beredar hanya untuk sewa hotel,” ungkap Asnawi, belum lagi fasilitas lain yang dipakai di hotel.

Juga belum termasuk belanja di pusat perbelanjaan di ibu kota. Dan angka tadi, kemungkinan masih jauh di bawah sebenarnya, diperkirakan bisa ratusan miliar. Sebab, ada kemungkinan rombongan menggunakan satu kamar per orang, bukan satu kamar untuk berdua. Hitungan sewa satu hotel full juga biasanya lebih mahal. Belum lagi sewa kamar Raja Salman yang jumlahnya diprediksi menembus ratusan juta rupiah per malam.

Anggaran transportasinya? Juga terbilang fantastis. Rombongan Arab Saudi punya gaya tersendiri dalam melakukan kunjungan ke luar negeri. Mereka akan menyewa mobil mewah untuk seluruh delegasi. Tengok saja aktivitas delegasi Saudi saat menyambangi Washington DC. Rombongan Kerajaan Arab Saudi menyewa 400 mobil Mercedez Benz. Hal serupa juga kembali dilakukan saat Raja Salman berkunjung ke Prancis.

“Kalau itu kembali dilakukan di Jakarta apa nggak hebat dampaknya? Pengusaha, driver, SPBU, semuanya ikut kebagian rezeki. Multiplier effectnya dahsyat,” tambah pria asal Sumatera Barat itu.

Lagi-lagi, statemen Asnawi bisa diterima nalar. Gaya hidup Kerajaan Saudi memang sangat mewah. Bila benar menyewa Mercedez Benz, akan ada Rp 8 miliar per hari yang dihabiskan hanya untuk sewa mobil. Asumsinya, sewa kendaraan mobil mewah tersebut adalah Rp 20 juta per hari.

“Kalikan saja 400 mobil, anggaran yang dihabiskan bisa tembus Rp 8 miliar per hari,” ungkap Asnawi.

Biaya konsumsi? Itu lain lagi. Di Jakarta saja, harga makan yang dipatok restoran hotel bintang 5  berkisar di angka Rp 250 ribu per pax. Jadi bila dikalikan  1.500 rombongan dari kerajaan Arab Saudi selama 3 hari di Jakarta, totalnya bisa mencapai Rp 2 miliar lebih.

Perlu diketahui, kunjungan rombongan kerajaan Arab terakhir terungkap saat Raja Abdullah berkunjung ke Spanyol untuk berlibur. Dari laporan Guardian, pada 2005 Raja Abdullah membawa rombongan sejumlah 3.000 orang, menyewa 300 kamar hotel, dan 100 mobil Mercedez baru dari Jerman. Keluarga kerajaan Arab Saudi saat itu menghabiskan 60 juta Dollar atau setara Rp 780 miliar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengaku senang dan mengucapkan selamat datang kepada rombongan pertama delegasi Saudi yang tiba di Jakarta. “Saya ucapkan selamat datang di Jakarta. Selamat menikmati keindahan Wonderful Indonesia,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Dan kebetulan, Jakarta punya banyak destinasi yang bagus. Di dekat istana negara, ada kawasan Kota Tua yang sedang dipersiapkan menjadi “10 Bali Baru”. Ada juga Kepulauan Seribu yang sudah ditetapkan menjadi 10 destinasi prioritas. Sarana MICE-nya lengkap. Banyak yang sudah bintang lima. Dan untuk urusan wisata halal, sudah ada Hotel Sofyan yang pernah mengibarkan prestasi menyambar gelar Wold Best Family Hotel di ajang World Halal Tourism Award 2015.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN