Pengusaha Industri Kecil dan Menengah dan Sarana Digital

KITANESIA– Penumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) secara cepat dalam rangka mengisi persebaran industri di berbagai wilayah merupakan salah satu fokus Kementerian Perindustrian. Hingga tahun 2019, Kemenperin menargetkan pertumbuhan 20.000 wirausaha kecil baru, 4.500 wirausaha menengah baru serta rasio persebaran IKM di Jawa dan luar Jawa yang bergeser menjadi 60,34 : 39,66.

Langkah yang diambil Kemenperin untuk mengembangkan IKM di era industri yang mengandalkan pertukaran data pada teknologi manufaktur, atau disebut industry 4.0, antara lain dengan mendorong pengusaha menggunakan sarana digital. Karenanya, Kemenperin menyasar para pelaku industri, terutama wirausaha muda, untuk menekuni dan memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka memperluas pasarnya.

Salah satu tantangan yang saat ini dihadapi industri kecil dan menengah adalah persaingan dengan perusahaan pembuat komponen yang terkait dengan agen tunggal pemegang merek, atau keiretsu. Untuk itu, tambahnya, Kemenperin juga mendorong peningkatan kualitas SDM industri komponen melalui pendidikan vokasi. Pihaknya berkoordinasi dengan Politeknik Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (ST3) Bandung untuk dapat mencetak tenaga mekanik yang mengerti mesin tekstil.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN