Penyaringan Ketat Dirjen Hubud Untuk Calon Dir.Operasi dan Dir.Teknik Garuda Indonesia

KITANESIA- JAKARTA (01/05/2017) – Moda transportasi udara telah berkembang demikian pesat dewasa ini, karena itulah diperlukan orang-orang yang mumpuni dan berkualitas untuk menempati posisi-posisi penting di dalam struktur organisasinya. Saat ini, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dr. Ir. Agus Santoso menyatakan telah menerima usulan nama untuk jabatan Direktur Operasi dan Direktur Teknik PT Garuda Indonesia pada tanggal 25 April 2017 dan saat ini sedang dilakukan assessment atas calon tersebut. Agus Santoso dan Manajemen PT Garuda Indonesia tengah berkomunikasi intensif terkait pergantian jajaran Direksi PT Garuda Indonesia. Komunikasi juga dilakukan antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian BUMN.

Pergantian jajaran direksi sebuah maskapai penerbangan harus merujuk pada PKPS/CASR 121 Sub-Part B pasal 121.59 tentang Management Personel Required. Dan PKPS/CASR 121 sub-Part B pasal 121-61 tentang Minimum Qualifications of Management Personnel. Untuk Direktur Operasi, calonnya minimal harus sudah aktif dalam enam tahun terakhir di bidang operasi dan sekurang-kurangnya tiga tahun enhance dalam pekerjaan operasi pesawat terbang.

Terkait ketentuan calon Direktur Maintenance setidaknya harus memiliki lisensi AME untuk perawatan pesawat udara. Misalnya, jika pesawat Garuda merupakan tipe Boeing 737-800, maka calon tersebut harus memiliki lisensi AME untuk tipe pesawat yang dioperasikan itu selama lima tahun. Ini merupakan persyaratan mendasar bagi posisi Direktur Maintenance yang memiliki peran penting untuk memastikan semua pesawat dalam kondisi prima di setiap penerbangan.

Saat ini manajemen Garuda sudah mengusulkan kepada Dirjen Perhubungan Udara dua nama, satu nama untuk Direktur Operasi dan satu nama untuk Direktur Teknik Maintenance. “Ditjen Hubud dan PT Garuda telah ada kesepahaman terhadap usulan nama tersebut dan sekarang tahap finalisasi,” lanjut Agus.

Sebelum Direktur Operasi dan Direktur Maintenance Garuda ditetapkan, Garuda telah menetapkan acting (pelaksana tugas) untuk Direktur Operasi dan Direktur Maintenance. Keberadaan pelaksana tugas Direktur Operasi dan Direktur Maintenance tersebut untuk memastikan bahwa operasional dan maintenance pesawat di Garuda Indonesia tetap ada yang bertanggung jawab dan berjalan sesuai aturan yang berlaku sampai dengan ditetapkannya Direktur Operasi dan Direktur Maintenance secara definitif.

“Saya apresiasi langkah responsif dari jajaran Direksi Garuda dan Kementerian BUMN terhadap surat pernyataan Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang saya kirim tanggal 13 April 2017 tepat sehari setelah adanya perombakan direksi Garuda 12 April 2017. Saya akan memproses dan mevalidasi secepatnya nama-nama Direktur yang diajukan berdasarkan ketentuan dan aturan-aturan yang berlaku,” lanjut Agus.

Sementara itu Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury, mengatakan, pengusulan dua nama pejabat tersebut merupakan bagian dari komitmen maskapai dalam memastikan seluruh perangkat struktur organisasi perusahaan dapat menunjang terciptanya standar safety operations dan maintenance yang tetap terjaga kualitasnya.

Nama yang diajukan diharapkan lolos dan memenuhi kualifikasi yang ditentukan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dua nama itu nantinya bertanggungjawab langsung kepada Direktur Utama Garuda Indonesia. “Kami memastikan perubahan dinamika organisasi perusahaan dalam menjawab berbagai tantangan global, tetap selaras dengan standar dan regulasi penerbangan khususnya hal-hal yang terkait aspek operasi dan maintenance,” tegasnya.**

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN