Pergerakan Ekspor, Impor, Upah Pekerja/Buruh dan Pola Perdagangan Komoditas Versi BPS

KITANESIA, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis indikator strategis terkini terkait Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Januari 2018, Perkembangan Upah Pekerja/Buruh Januari 2018, dan Pola Perdagangan Komoditas Strategis 2016. Hal tersebut disampaikan, kepala BPS, Suhariyanto, dalam siaran persnya di BPS, Kamis (15/2).

Berikut disampaikan ringkasan hasil siaran pers tersebut:

A. PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR INDONESIA JANUARI 2018

1⃣ Nilai ekspor Indonesia Januari 2018 mencapai US$14,46 miliar atau menurun 2,81 persen dibanding ekspor Desember 2017. Sementara dibanding Januari 2017 meningkat 7,86 persen

2⃣ Ekspor nonmigas Januari 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1,92 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,54 miliar dan Jepang US$1,39 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,81 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar US$1,36 miliar.

3⃣. Nilai impor Indonesia Januari 2018 mencapai US$15,13 miliar atau naik 0,26 persen dibanding Desember 2017, sebaliknya jika dibandingkan Januari 2017 meningkat 26,44 persen.

4⃣. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2018 ditempati oleh Tiongkok dengan nilai US$3,76 miliar (28,94 persen), Jepang US$1,37 miliar (10,52 persen), dan Singapura US$0,90 miliar (6,91 persen). Impor nonmigas dari ASEAN 19,59 persen, sementara dari Uni Eropa 9,93 persen.

IMAGE 1

Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/Ol5pi6Dyr4FsLdM
B. PERKEMBANGAN UPAH PEKERJA/BURUH JANUARI 2018

1⃣ Upah nominal harian buruh tani nasional pada Januari 2018 naik sebesar 1,07 persen dibanding upah buruh tani Desember 2017, yaitu dari Rp50.568,00 menjadi Rp51.110,00 per hari. Upah riil mengalami penurunan sebesar 0,15 persen.

2⃣ Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Januari 2018 naik 0,89 persen dibanding upah Desember 2017, yaitu dari Rp84.454,00 menjadi Rp85.206,00 per hari. Upah riil mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen.

IMAGE 2

Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/HElClZSeDiNafTR
C. POLA PERDAGANGAN KOMODITAS STRATEGIS TAHUN 2016

1⃣ Potensi pola terpanjang distribusi perdagangan beras terjadi di Provinsi Maluku Utara, cabai merah di Sulawesi Tengah, bawang merah di Jawa Tengah, daging sapi di DKI Jakarta, dan daging ayam ras di Maluku.

2⃣ Potensi pola terpendek distribusi perdagangan beras di Provinsi Nusa Tenggara Timur, cabai merah di Bali, bawang merah di Bengkulu, daging sapi di Sulawesi Utara, dan daging ayam ras di DI Yogyakarta.

IMAGE 3

Info selengkapnya dapat diunduh pada tautan berikut ini:
https://laci.bps.go.id/s/xZpaaiROsspLyHe

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN