Persaingan Pebalap Papan Atas di Tour de Singkarak Semakin Wonderful

Kitanesia– Kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2016 terus mencetak kejutan-kejutan. Hingga etape ke-enam ini juaranya selalu bergantian meski untuk posisi puncak klasemen umum (yellow jersey) tetap dipegang Amir Kolahdouz dari Pishgaman Cycling Team Iran.

Di etape enam yang finis di Taman Kandih, Sawahlunto, Kamis, giliran pebalap asal Korea Selatan Jang Jyunggu dari Korail Cycling Team menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 03:43:54 untuk menempuh jarak 151,1 km atau unggul empat detik dari pebalap yang berada dibelakangnya, Loic Desriac dari Singha Infinite Cycling Team Singapura.

Dilihat dari 10 pebalap tercepat di etape enam, tidak ada nama pebalap yang saat ini menguasai empat gelar yang diperebutkan yaitu yellow jersey, green jersey dan polkadot jersey yaitu Amir Kolahdouz maupun pemegang red white jersey, Dadi Suryadi dari Terengganu Cycling Team.

Kedua pebalap ini ternyata memilih bermain aman dan saling mengontrol sejak balapan dilepas di Pantai Tiram. Bahkan Amir yang didukung teman satu timnya yaitu Reza Hosseini dan Rahim Emami terus mengurung Dadi Suryadi yang diklasemen sementara berada diposisi kedua.

“Kami memang membiarkan pebalap lain menjadi juara disini. Kami sudah mempertimbangkan catatan waktu jika mereka juara. Kami hanya fokus menjaga pebalap yang dekat dengan kami,” kata Amir Kolahdouz usai balapan.

Memang benar, hampir semua pebalap Pishgaman Cycling Team finis mengawal Dadi Suryadi yang saat ini hanya selisih satu menit 22. Sedangkan Amir Kolahdouz yang berada dipuncak telah mengumpulkan catatan waktu 19:46:11.

Apa yang dilakukan oleh pebalap Pishgaman itu bukan tanpa alasan karena tidak ingin gelar yang saat ini dipegang direbut oleh pebalap lain. Apalagi balapan tinggal menyisakan dua etape yang relatif mudah yaitu Sijunjung menuju Dharmasraya dan Bukitting menuju Kota Padang.

“Untuk balapan selanjutnya saya akan terus mengontrol pebalap dibelakang saya,” kata pebalap dengan dengan start satu itu.

Sementara itu, Dadi Suryadi yang pergerakannya terus dipantau oleh pebalap Pishgaman mengaku akan terus mencoba untuk memberikan perlawanan. Dirinya juga akan terus mengontrol pergerakan pebalap yang hingga saat ini menjadi rivalnya. “Sama. Saya juga akan mengontrol pergerakan mereka (pebalap Pishgaman),” kata pebalap asal Sumedang, Jawa Barat itu dengan singkat.

Etapa tujuh dari Sijunjung menuju Dharmasraya, Jumat (12/8) dengan jarak tempuh 133,8 km akan didominasi lintasan datar dan bergelombang. Bisa dipastikan persaingan baik dibarisan terdepan maupun para pemegang gelar sementara akan berlangsung dengan ketat. Hal ini dilakukan untuk mencari aman.

Menpar Arief Yahya melihat persaingan di atas race itu cukup asyik, karena selalu ada yang baru di setiap etape. Semakin seru pemberitaan di ajang balap sepeda, semakin banyak yang menunggu detik-detik kejutan baru, maka akan semakin banyak yang menengok persaingan ketat di TsD 2016, balap sepeda nomor 5 terbesar di dunia itu. “Saya senang melihat foto-foto balapan sepeda dengan background suasana alam yang indah, pepohonan hijau, pegunungan yang cantik, tebing terjal, langit biru, rumah gadang adat Minangkabau yang unik dan tidak ada dua-nya di seluruh dunia,” kata Arief Yahya.

Itu semua, lanjut Arief Yahya, adalah promosi pariwisata yang terbungkus oleh persaingan ketat di race balap sepeda. “Sebagai sport event, yang terbesar dicari adalah indirect impact, atau yang lebih sering disebut sebagai media value. Itulah yang tersebar luas di seluruh dunia, dan membuat pamor Sumatera Barat semakin dikenal sebagai destinasi pariwisata,” ucap Arief Yahya.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN