Pesawat Listrik NASA

NASA Langley/Advanced Concepts Lab, AMA, Inc.

Persediaan BBM di bumi semakin lama semakin menipis, polusi udara makin lama makin meningkat,  itulah yang membuat NASA mulai mengembangkan terobosan baru dalam dunia penerbangan.

Saat ini NASA sedang mengerjakan sebuah eksperimen yang dapat merubah dunia penerbangan; sebuah pesawat terbang yang sepenuhnya bertenaga listrik.

Saat industri otomotif sibuk memfokuskan diri ke mobil hybrid atau tenaga surya untuk mengimbangi tingginya harga BBM dan tingginya tingkat polusi, maka NASA memfokuskan diri di angkasa dan memperkenalkan pesawat listriknya X-57 atau “MAXWELL”

NASA juga memastikn bahwa dalam waktub 4 tahun kedepan pesawat ini sudah akan mengudara.

Pesawat bertempat duduk tunggal ini sangat mirip dengan pesawat Cessna, namun menggunakan tenaga listrik tidak seperti Cessna yang menggunakan BBM. Pesawat ini menggunakan 14 mesin listrik yang ditempatkan pada kedua sayapnya.

Proyek ini adalah bagian dari proyek “New Aviation Horizons” (sudut pandang baru dunia penerbangan) yang berbiaya US $ 790 juta, sebuah proyek ambisius NASA berjangka 10 tahun. Program ini dibuat untuk menggantikan teknologi pesawat ber BBM dengan polusi suara tinggi seperti yang umum digunakan sekarang.

Dalam sebuah konferensi di Washington, Charkes F. Bolden Jr, Administrator NASA mengatakan bahwa “X-57 membuka babak baru dalam dunia penerbangan”.

NASA juga mengatakan bahwa dalam 4 tahun pesawat ini sudah mengudara dan akan segera diikuti oleh 5 pesawat listrik lainnya yang berukuran lebih besar dan dapat membawa lebih banyak  penumpang serta barang.

Saat ini Maxwell masih merupakan sebuah prototipe, namun pada awal tahun ini juga NASA sudah menuai sukses dengan melalakukan uji coba pesawat listrik berukuran lebih kecil yang mereka namakan the Greased Lightning GL-10.

Uji coba pesawat Greased Lightning GL-10 telah diunggah NASA ke YouTube dan sudah ditonton lebih dari 1 juta kali.

Maxwell juga bukanlah pesawat pertama yang mengudara tanpa BBM, pada bulan April sebuah pesawat bertenaga surya (Solar Impulse) mendarat di California setelah menempuh perjalanan selama dua setengah hari mengarungi Samudra Pasifik.

Pesawat ini memiliki kecepatan sekitar 50 – 80 km/jam, namun lain dengan Maxwel, pesawat ini diperkirakan mampu mencapai 280 km/jam.

*Kitanesia (DN)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN