Pilot Papua dan Papua Barat Harus Terlahir Sebagai Penunjang Moda Transportasi Udara

KITANESIA, JAKARTA- Komitmen Pemerintahan Presiden Jokowi dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Direalisasikan dengan meratanya pembangunan, tidak hanya wilayah Jawa atau Jawa Sentris. Tetapi juga hingga wilayah timur, Papua dan Papua Barat diantaranya.

Dalam Facebook Presiden Joko Widodo 20 Juli 2017 diterangkan. Dua provinsi paling timur di Indonesia, Papua dan Papua Barat, punya keunggulan berupa kekayaan alam yang melimpah. Pertambangan, pertanian, kehutanan dan kelautan. Disitu juga dijelaskan bahwa pembangunan infrastruktur untuk memperlancar konektivitas antar wilayah, antar kabupaten, dan antar daerah. Itulah kunci untuk menggerakkan perekonomian, juga pemerataan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

Percepatan pembangunan Bandar Udara di Papua dan Papua Barat merupakan kerja nyata Pemerintahan Presiden Jokowi dalam membangun konektivitas di sana. Bandara Nop Goliat Dekai – Yahukimo, Bandara Wamena dan Bandara Mopah Merauke di Papua sedangkan  Bandara Domine Eduard Osok – Sorong dan   Bandara Utarom Kaimana di Papua Barat.

Ramp Check Kelaikan Pesawat Di Bandara Soetta Dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Mempersiapkan Penerbangan Embarkasi Haji 43

Untuk meningkatkan konektivitas moda transportasi udara tidak hanya pada sarana dan prasarana nya saja melainkan pada sumber daya manusianya. Perlulah dilahirkan penerbang-penerbang dari tanah Papua dan Papua Barat.

Dalam acara “Graduation Day” salah satu Flight Academy, Jum’at 21 Juli 2017, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Dr. Ir. Agus Santoso pada sambutannya menyampaikan, merasa bangga, diantara 33 lulusan sekolah penerbangan tersebut, 25 persen nya atau 8 lulusan nya berasal dari Indonesia Timur yaitu Papua.

Karena telah lahir para penerbang yang dapat menunjang peningkatan konektivitas moda transportasi udara untuk wilayah Papua dan Papua Barat. “Indonesia membutuhkan banyak pilot berkualitas dan para lulusan pilot Indonesia harus bisa menjadi pilot terbaik dunia,” ujar Agus Santoso

Ramp Check Kelaikan Pesawat Di Bandara Soetta Dilakukan Dirjen Perhubungan Udara Mempersiapkan Penerbangan Embarkasi Haji 40

Untuk meningkatkan pengetahuan para lulusan sekolah penerbangan asal Papua, disela-sela aktivitas ramp check Pesawat Garuda Indonesia pada Minggu siang, 23 Juli 2017 di Bandara Soetta. Direktur Jenderal Perhubungan Udara mengajak para lulusan asal Papua untuk turut memperhatikan kegiatan ramp check  siang itu. Agus Santoso menekankan pentingnya mengedepankan keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan moda transportasi udara.

Agus Santoso mempunyai harapan agar para lulusan sekolah penerbangan yang berasal dari Papua dan Papua Barat dapat membangun wilayahnya melalui peran besar penerbangan. Sebab konektivitas moda transportasi udara  sangat diperlukan bagi dua provinsi ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN