Tol Laut, Konektivitas Daerah & Pintu Masuk Arah Pasifik

Kitanews, Morotai– Hari ketiga kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Indonesia Timur, berakhir di Propinsi Maluku Utara. Rabu pagi hari 6 April 2016, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi terbang menuju Galela-Kabupaten Halmahera Utara dengan pesawat CN-295 TNI AU dari Pangkalan TNI AU Leo Wattimena, Kabupaten Pulau Morotai Propinsi Maluku Utara.
Saat perjalanan darat dari Bandara Galela menuju Tobelo, Presiden Jokowi turun di pasar dokolamo yang berjarak tak sampai satu kilometer dari bandara. Di sana Jokowi membagikan buku tulis, berjabat tangan dan foto bersama warga, demikian juga di Desa Gorua-Tobelo Utara, dan bahkan Presiden Jokowi sempat melihat masjid di Desa Gorua ini. Mendekati lokasi peresmian pelabuhan, di Jalan Kemakmuran Tobelo, lagi-lagi Presiden Jokowi kembali turun untuk membagi-bagikan buku tulis, menyalami warga dan foto bersama.
Kedatangan Presiden Jokowi di Halmahera Utara ini disambut meriah oleh warga setempat. Ribuan warga memenuhi jalan yang dilalui Presiden Jokowi, mulai dari Galela hingga Tobelo. Dalam perjalanan darat ke Tobelo, Presiden Jokowi butuh waktu tiga setengah jam, padahal waktu normal hanya sekitar 30 menit. Di Tobelo, Presiden Jokowi meresmikan 5 pelabuhan, yaitu: Pelabuhan Tobelo, Pelabuhan Galela, Pelabuhan Tutu Kembong, Pelabuhan Wonreli, dan Pelabuhan Pulau Teor.
Pelabuhan Tobelo dan Pelabuhan Galela yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara Propinsi Maluku Utara ini, masuk dalam program Tol Laut yang dicanangkan Presiden Jokowi. “Kedatangan saya ke Halmahera Utara juga untuk mewujudkan program Tol Laut,” ujar Presiden Jokowi di kompleks Pelabuhan Tobelo saat meresmikan secara simbolis lima pelabuhan yang terletak di wilayah Propinsi Maluku Utara dan Propinsi Maluku. (6/4/2016)
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pelabuhan merupakan salah satu kunci untuk membangun suatu daerah, apalagi daerah kepulauan dan terpencil. Tanpa pelabuhan, potensi suatu daerah tidak akan dikenal dunia luar guna menopang ekonomi masyarakat setempat, olehkarena tidak adanya kapal yang mengangkut penumpang dan barang yang singgah di daerah itu. Bahkan tanpa kapal dan pelabuhan selaku sarana konektivitas daerah, maka harga barang di daerah itu dapat menjadi tinggi. Karena itu, Presiden Jokowi selalu mengingatkan pentingnya Tol Laut, yakni membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan untuk melayani mobilitas barang tanpa henti dari Sabang sampai Merauke. Tujuannya adalah untuk menggerakkan roda perekonomian secara efisien dan merata.
Indonesia selaku negara kepulauan, maka kapal Tol Laut dan infrastruktur pelabuhan menjadi hal yang sangat penting, guna konektivitas pulau-pulau di seluruh Indonesia. Kehadiran Tol Laut mempermudah akses antar wilayah, serta memangkas biaya transportasi, termasuk kabupaten/kota di Maluku Utara ini. Sudah ada tiga rute Tol Laut yang dilewati kapal-kapal dengan jadwal reguler dan rutin sejak tahun lalu, “tahun ini jumlah rute akan ditambah lagi termasuk salah satunya dengan melintasi Pelabuhan Tobelo; kita ingin dari Tobelo mau ke Aceh bisa, inilah Indonesia; dan Pelabuhan Tol Laut Tobelo dan Galela adalah pintu masuk dari arah pasifik” tutur Presiden Jokowi.
Hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam acara peresmian lima pelabuhan itu adalah: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Basuki Hadimuljono), Menteri Perhubungan (Ignasius Jonan), dan Menteri Sosial (Khofifah Indar Parawansa)
Usai meresmikan lima pelabuhan secara simbolis di Tobelo, Presiden Jokowi menuju Desa Soasio-Galela. Perjalanan ke Soasio, Presiden Jokowi sempat berhenti di lampu merah Rawajaya, turun menyalami warga. Tiba di lokasi acara di Terminal Soasio, Presiden Jokowi disambut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang sudah berada di lokasi. Disini Presiden Jokowi menyerahkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB), Kartu Asistensi Sosial Lanjut Usia (ASLUT), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Beras Sejahtera. Tak lupa pula bagi warga yang bisa menjawab pertanyaan Presiden Jokowi, diberikan hadiah berupa sepeda. Total sepeda yang diberikan berjumlah 5 unit; penerima bantuan KIP sebanyak 13 siswa; KIS 260 Kepala Keluarga; PKH 273 Kepala Keluarga; dan 3 warga berkebutuhan khusus, serta bantuan beras sejahtera kepada 260 Kepala Keluarga.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi meminta warga agar menggunakan bantuan yang diberikan sebaik-baiknya, dan tidak disalahgunakan. Rumah sakit juga diminta melayani warga pengguna ketiga kartu tersebut, “jika menolak maka direktur rumah sakit tersebut harus dicopot” tegas Presiden Jokowi.
Setelah semua agenda selesai, lalu menuju Bandara Galela untuk ke Pulau Morotai. Dalam perjalanan darat menuju bandara, Presiden Jokowi sempat turun membeli tikar yang terbuat dari daun pandan di Desa Mamuya-Galela, dan makan siang di Desa Seki. Pukul 15.00 WIT, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi bersama rombongan kembali ke Pangkalan TNI AU Leo Wattimena Pulau Morotai dengan menggunakan pesawat CN-295 TNI AU. Di sini, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi bersama rombongan berganti pesawat menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 untuk kembali Jakarta.*

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN