Raja Salman Harus Nonton Kecak di Pura Uluwatu Andai Ingin Lihat Culture Bali

KITANESIA, ULUWATU – Atraksi lain yang ditawarkan Menpar Arief Yahya ke Raja Salman bin Abdul Aziz bin Saud ada di Bali Selatan. Persisnya di Uluwatu, tempat pentas regular Tarian Kecak di Pura Luhur yang sudah lama mendunia itu. “Silakan menikmati atraksi Tari Kecak yang sangat terkenal di seluruh dunia,” jelas Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Lokasi live show Tari Kecak di Uluwatu itu, menurut Menpar Arief Yahya sangat bagus. View nya menghadap laut dengan deburan ombak yang bersuara keras. Show itu sendiri dilakukan menjelang senja, saat matahari terbenam, sehingga langitnya kelihatan berwarna merah.

“Tari Kecak sudah mendunia. Sudah banyak pemimpin negara sahabat dan selebritis dunia yang nonton tari ini di Pura Luhur Uluwatu,” terang Manajer Pengelola Obyek Wisata Kawasan Luar Pura Luhur Uluwatu, I Wayan Wijana, Selasa (7/3).

Dari Ashton Kutcher dan Mila Kunis, hingga Justin Bieber dan Selena Gomez tercatat pernah menyaksikan Tari Kecak di Uluwatu.

“Dan tempat untuk nonton tarian ini hanya ada di Pura Luhur Uluwatu,” tambah Wayan.

Sensasi melihat langsung tari khas Bali ini memang bener-bener keren. Jadwal pertunjukannya diset bertepatan dengan sunset yaitu pukul 18.00 WITA – 19.00 WITA.  Balutan langit jingga yang menggelayut di ufuk barat Pantai Uluwatu, panorama pantai di atas tebing karang, arsitektur pura dan tari kecak bisa dinikmati sekaligus. Dan untuk menyaksikan atraksi budaya kelas dunia ini, pengunjung hanya dikenakan tarif nonton sebesar Rp 100.000 per orang.

Area pertunjukan dibuat menyerupai koloseum, komplit dengan tempat duduk setengah lingkaran untuk penonton. Tidak ada alat musik di pertunjukan ini. Yang ada, hanya lantunan khas tarian Kecak, ’’Cak cak cak…’’ Meski tanpa alat musik, lantunan khas tarian kecak bisa menjadi sebuah irama yang harmonis mengiringi gerakan para penari. Dengan ditemani tungku nyala api di tengah pertunjukan, mereka bergerak secara serempak. Ada kalanya duduk, terkadang juga berdiri sembari menggerakkan tangan ke atas berbarengan.

“Ada cerita pewayangan yang ikut disisipkan di tengah tarian,” ucap Wayan.

Meskipun dipaparkan dalam bahasa Bali, pengisi acara tetap menyusupkan bahasa Indonesia di dalamnya. Dan tak perlu khawatir bingung dengan jalan ceritanya. Karena saat pembelian tiket pertunjukan, kita akan diberi sinopsis cerita pertunjukan. Untuk wisatawan asing, sinopsisnya pun dalam bahasa Inggris.

Yang bisa ditonton? Tak hanya tari-tarian. Adegan yang mengundang tawa juga ikut dipertontonkan. Bahkan, terkadang, para penari mengajak bercanda penonton. Hal lainnya? Ada permainan api yang dipertontokan para penari. Atraksinya bikin deg degan, namun dijamin bakal meninggalkan kesan yang mendalam. Pesona Tari Kecak tadi juga ikut dikomentari Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi itu selalu melihat sebuah kegiatan itu dari dua sisi. Cultural value dan commercial value. Bahasa mudahnya, semua potensi, kegiatan, dan atraksi harus memberi dampak ekonomis yang konkret bagi masyarakat. Dan Uluwatu, punya itu semua.

“Tari Kecak di Pura Luhur Uluwatu adalah salah satu dari Pesona Indonesia yang mampu menyedot wisatawan domestik maupun mancanegara. Atraksinya merupakan kombinasi yang sempurna, antara culture, nature, dan man made. Jadi yang sedang berlibur ke Bali, saya sangat sarankan untuk menonton show kelas dunia ini,” ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN