Raja Salman Tiba di Istana Bogor Langsung Diguyur Hujan

KITANESIA, BOGOR – Hujan deras sambut Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud bersama rombongan di kawasan Istana Bogor. Hujan  adalah salah satu atraksi alam yang paling dicari wisatawan Timur Tengah. Hujan dalam filosofi Jawa bermakna rezeki melimpah. Memang, itu semua tidak ada kaitan langsung dengan kedatangan Raja Salman.

Tetapi, itu juga biasa saja, mengkait-kaitkan peristiwa alam dengan mitos yang beratus ratus tahun menjadi tradisi lokal. Yang pasti, dengan dikawal parade lengkap dari pasukan berkuda, Paspampres, dan pasukan Nusantara.

Sebelumnya, ratusan anak mengenakan baju adat Jawa, kebaya dan baju adat Arab Saudi, gamis serta seragam sekolah merah putih menyambut kedatangan sang Raja dengan mengibarkan bendera kecil Indonesia dan Arab Saudi di depan Istana Bogor, Jl. Ir. H. Juanda, Jawa Barat, Rabu (1/3/2017).

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi menyambut untuk kedua kalinya kedatangan Raja Salman dan rombongan setelah sambutan pertama dilakukan di Bandara Halim Perdanakusumah.

Dalam prosesi penyambutan di Istana Bogor, masyarakat diperbolehkan melihat rangkaian penyambutan itu dari luar pagar Istana. Nampak antusias masyarakat tidak surut meski di Bogor diguyur hujan yang cukup deras. Anehnya lagi, masyarakat tetap saja di tepi jalan protokol membawa payung, sekalipun mobil Sang Raja sudah lewat.

Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan itu, kedua kepala negara dijadwalkan mengikuti sejumlah acara. Mulai dari veranda talk alias bincang-bincang di beranda secara empat mata, pertemuan bilateral antara Raja Salman dan delegasi dengan Presiden Jokowi dan Kabinet Kerja, dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman dua negara.

Rombongan Raja Salman berjumlah 1.500 orang. Presiden dan para menteri, termasuk Menpar Arief Yahya menyambut di Halim Perdana Kusuma. Namun, tidak seluruh rombongan dibawa serta ke Istana Bogor. Hanya 10 menteri, 25 pangeran, serta 50 perangkat delegasi yang diperbolehkan mengikuti rangkaian kunjungan kenegaraan itu.

“Untuk malam hari ada acara jamuan makan malam bersama pemuka semua agama di Indonesia. Secara terbatas, akan dilakukan pertemuan dengan Raja Salman dan melaksanakan dialog langsung. Semuanya ini digelar di Istana Bogor,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Dalam acara makan malam tersebut, lanjut Pramono, akan dihidangkan masakan Indonesia dikombinasi dengan masakan Timur Tengah. Makanan Indonesia akan terdiri dari seafood dan berbagai jenis ikan yang dibakar, ada juga makanan penutup atau dessert yang khas Indonesia, termasuk buah-buahan nusantara sebagai pencuci mulut. Sementara, makanan khas Timur Tengah yang disiapkan adalah nasi kebuli.

“Dengan begitu, Raja Salman dan rombongan tetap bisa menyantap hidangan khas mereka meski berada di negeri orang. Tapi juga bisa menikmati sepuasnya makanan khas Indonesia. Menu ikan-ikanan dipilih sengaja untuk mengenalkan ikan-ikan yang menyehatkan dari Indonesia yang potensi bisa dipasarkan ke Timur Tengah,” pungkas Pramono.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN