Rencana Besar Pemerintah Untuk Pulau Bintan Hingga Citilink Buka Rute ke Dua Kota Tiongkok dari Tanjungpinang

KITANESIA, JAKARTA – Semangat “Indonesia Incorporated” yang digaungkan Pemerintah terus bergulir cepat. Semua pelaku utama pariwisata bersinergi dan terus membangun kekompakan untuk maju bersama. Terutama yang terkait dengan 3A, Atraksi, Akses, Amenitas, yang menjadi concern Pemerintah RI untuk mengejar target 20 juta wisman di 2019.

Di sektor akses, terutama air connectivity, sejumlah maskapai penerbangan terus menambah frekwensi penerbangan dan menambah sejumlah rute baru. Destinasi baru dari originasi baru dan lama. Atau sebaliknya.

Tentu saja, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan semua stakeholder maskapai penerbangan.

Hal ini juga terus dilakukan Maskapai Citilink yang kembali membuka 13 penerbangan carteran dari Bandara Raja Haji Fisabillah (RHF) Tanjungpinang menuju dua Kota ke Tiongkok.

Citilink Buka Rute ke Dua Kota Tiongkok dari Tanjungpinang 2

“Kita mulai buka penerbangan pada 22 Juli sampai dengan 21 Agustus 2017. Ada dua Kota tujuan yakni Chongqing dan Kunming, berbeda dengan penerbangan carteran sebelumnya yang terdapat tiga Kota, pada penerbangan ini semua Kota baru,” ungkap Senior Manager Charter Bussiness and Operation Citilink, Teddy Rezadiansyah.

Dia mengatakan, untuk mengantisipasi keberangkatan tersebut pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder terkait untuk persiapan perbangan. “Hari ini kita melakukan rapat koordinasi bersama jajaran Muspida sampai keamanan baik itu BIN, Korem, Lantamal, Lanudal, Kepolisian, semua kita siapkan supaya penerbangan tanggal 22 nanti dapat terlaksana,” bebernya.

Untuk Izin, Custom, Immigration, Quarantine (CIQ) yang selama ini menjadi hambatan karena Bandara RHF tidak memiliki pemeriksaan Imigrasi. “Alhamdullilah, Bandara RHF sudah mendapatkan izin sementara dari Dirjen Imigrasi. Walaupun izinnya bersifat temporer atau sementara. Tadi sudah disampaikan Kabid perwakilan dari Imigrasi. Izin ini hanya untuk periode ini, sampai dengan Bandara dinyatakan siap untuk Penerbangan Internasional, kami siap membawa wisatawan ke tanah air,” ujarnya.

Pembukaan rute penerbangan ke Chongqing dan Kunming dari Tanjung Pinang dan sebaliknya ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan, dengan target 20 juta turis tercapai di 2019 mendatang.

“Antusiasme wisatawan Tiongkok untuk mengunjungi destinasi wisata di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, khususnya ke Tanjung Pinang,” lanjutnya.

Teddy berharap dengan pembukaan rute penerbangan langsung ini juga dapat membantu akselerasi pariwisata Kepulauan Riau. “Sehingga Tanjung Pinang akan semakin dikenal di mancanegara dan investasi juga akan banyak masuk, ini bentuk dukungan kami untuk pariwisata Indonesia dan semangat Indonesia Incoporated yang sering diutarakan Menteri Pariwisata bapak Arief Yahya,” katanya.

Pihak Angkasa Pura II juga sudah memperpanjang runway dari tadinya 2.026 meter menjadi 2.226 meter agar dapat dilalui oleh pesawat Airbus 320 yang digunakan Citilink untuk rute baru ini. Fasilitas lain juga disiapkan di antaranya adalah Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Udara termasuk untuk Custom, Imigration, Quarantine (CIQ), dengan pemberlakuan bebas visa kunjungan dari 169 negara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berterimakasih kepada pihak maskapai dan juga pihak Bandara dan semua pihak terkait lainnya seperti BIN,Korem, Lantamal, Lanudak dan Kepolisian sehingga rute baru ini bisa terlaksana.

“Spirit Indonesia Incorporated ini yang harus kita jaga, kecepatan pengambilan keputusan dan kebijakan untuk mendukung pengembangan pariwisata nasional. Hanya “Indonesia Incorporated” yang bisa membuat semua lini bergerak untuk tujuan yang sama,” kata Menpar Arief Yahya.

Dirjen Perhubungan Udara Dr. Ir. Agus Santoso saat dihubungi redaksi menyatakan “Dibalik itu semua ada rencana besar untuk mengembangkan Pulau Bintan yaitu sebagai kawasan wisata resort dengan mengembangkan second runway di RHF bersama Bintan resort di kawasan ini sekiranya proyeksi Wisata Bintan semakin nyata, selama ini Bintan yang hanya beberapa puluh menit dapat dicapai dengan speed boat dari Singapura dimana Pulau Bintan dengan daya tarik flora dan fauna yg masih murni menjadi multiplier effect dari wisatawan Singapura yang ingin menikmati keramahan natural resources” ungkap Agus

Dirjen Agus juga menjelaskan “ Second runway ini juga selain memfasilitasi wisatawan juga akan dipergunakan sebagai prasarana Maintenence Center dan industri aeronautika lain dimana flight langsung dari luar negeri bisa dicapai ke Bintan tanpa harus stop over di Singapura imbuhnya. Sebagai Dirjen yang menangani Transportasi Udara Agus selalu menekankan bahwa dengan kerja bersama semuanya akan menjadi lebih baik “together better” katanya dan itulah yang memberi keyakinannya bahwa dengan perhubungan udara akan terwujud cita cita untuk Merangkai menyatukan Indonesia.” pungkasnya pada tim redaksi

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN