Runtuh Hanya 5 Detik Balok Prategang dan Kolom Gedung di Zone 2

KITANESIA–  Keberhasilan perubuhan pada zone 1 Gedung Panin di Bintaro Tangerang Selatan pada hari Kamis pagi 20 Oktober 2016, telah memberikan data-data yang lebih akurat untuk melanjutkan pekerjaan pembongkaran. Pembebanan dilanjutkan mulai pukul 16.00, dan pada pukul pukul 23.45 zone 2 berhasil juga dirubuhkan!

Keruntuhan kali ini terjadi pada beban 171.4 ton, berlangsung dalam 5 detik! Sangat singkat dan ‘tidak terduga’, karena peralatan pengukuran pergerakan balok prategang sudah hilang. Pada peruntuhan zone 1 ada waktu 2 jam antara terdeteksinya pergerakan kritis sampai runtuh, sehingga banyak sudah siap untuk mengabadikan momen langka tersebut. Pada peruntuhan zona 2 ini banyak yang tidak sempat mengabadikan momen langka yang singkat tersebut.

Proses perubuhan dengan metoda overloading ini sebenarnya secara tidak langsung sudah memperkenalkan metoda peledakan pada masyarakat Indonesia ! Bagian apa yang meledak ? tidak lain adalah komponen balok prategang. Konstruksi balok prategang, sesuai namanya, adalah cara pemberian kekuatan pada balok beton dengan memberikan tekanan awal (gaya prategang/prestress) sebelum menjalankan fungsinya. Tekanan tersebut diberikan oleh suatu kabel baja mutu tinggi yang ditarik oleh dongkrak hidrolik yang lalu diangkurkan pada balok.

Berapa besarnya tekanan awal tersebut ? Jika melihat gambar rencana, pada peruntuhan zona 1, ada 3 balok prategang per lantai yang rata-rata diperkuat dengan 11 kabel prategang yang ditarik 13 ton per kabel. Jadi pada saat kabel tersebut putus, terjadi pelepasan energi sekitar sebesar 11 x 13 x 3 x 16 lantai = 6864 ton. Pada peruntuhan zone 2, ada 4 balok prategang yang rata-rata diperkuat dengan 9 kabel. Jadi ada pelepasan energi sebesar 9 x 13 x 14 x 16 lantai = 7488 ton. Bagaimana efek energi sebesar itu? Seluruh balok beton prategang dan tulangan-tulangannya hancur lebur jadi debu, dan meruntuhkan seluruh kolom, balok dan pelat di zone 1 dan zona 2.

Bagaimana efek ‘peledakan’ tidak langsung tersebut ? Secara umum baik suara, getaran, debu dan gangguan lingkungan relatif terkendali. Dari 2 kejadian perubuhan yang dilakukan waktu malam, tidak ada laporan dari penduduk yang ‘terbangun dari tidur’. Peruntuhan akan dilanjutkan untuk sisa zona 3, namun sudah bisa dilihat tantangan berikutnya….Bagaimana merubuhkan core yang menjulang kokoh?

Core adalah inti penahan gempa bangunan yang terbuat dari beton bertulang. Sangat kuat dan ‘liat’. Kita tidak bisa mengharapkan terjadinya keruntuhan seperti beton prategang yang progresif. Pada bagian crown 4 lantai yang hanya satu bidang, memang akan lebih mudah. Penarikan sampai kemiringan tertentu akan membuat crown core jatuh karena berat sendiri. Pada bagian core yang tersisa, akan jauh lebih sulit. Pekerja harus bekerja dalam kerangkeng yang digantung untuk melakukan perlemahan dengan pengetrikan dan atau injeksi non explosive demolition agent. Penarikan oleh crane melalui slink cable yang diikatkan core akan mengalami perlawanan dahsyat dari beton bertulang yang ‘liat’

Adalah menarik untuk menunggu episode-episode berikutnya dalam proses pembongkaran Gedung Panin ini. Pelaksana mempunyai waktu 90 hari, tentunya seluruh metoda dan inovasi ke depan dapat dikembangkan berdasarkan data-data yang diperoleh dari proses peruntuhan yang sudah dilakukan sebelumnya. Apakah metoda peledakan langsung dengan bahan peledak akan digunakan untuk meruntuhkan core bertulang yang akan masih berdiri tegar?

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN