Satelit BRI Akan Diluncurkan 18 Juni

Courtesy of BRI

Kitanesia- Dunia sudah berubah, era analog sedang ditinggalkan, dunia digital sudah hadir diantara kita, tidak ketinggalan dalam era dunia yang sudah penuh dengan persaingan, Indonesia kembali meluncurkan satelit melalui BRI.

BRI bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, memutuskan untuk menggunakan satelit yang dimiliki sendiri. Keputusan ini merupakan terobosan yang luar biasa bagi sebuah bank, sehingga akhirnya BRI menjadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit sendiri.

BRI meninggalkan predikatnya dari follower menjadi leader, kepentingan melayani rakyat Indonesia menjadi prioritas utama. Melalui satelit ini seluruh penduduk Indonesia termasuk yang bermukim di pulau-pulau terpencil akan terlayani dengan baik.

Rencana peluncuran BRIsat, satelit milik PT Bank Rakyat Indonesia (persero), kembali tertunda. Menurut Kepala Eksekutif Arianespace Stephane Israel, penundaan peluncuran BRIsat karena masalah teknis.

Namun hari ini Arianespace mengumumkan target peluncuran satelit milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yaitu BRIsat, menunda peluncuran menjadi tanggal 17 Juni 2016 waktu Kourou, Guyana Prancis atau tanggal 18 Juni 2016 waktu Indonesia. Penundaan terjadi karena adanya gangguan di koneksi umbilical dengan bagian atas peluncur.

Dikutip dari situs resmi Arianespace, berdasarkan temuan ini, pihak manajemen Arianespace langsung melakukan perbaikan dan membutuhkan waktu sehari atau 24 jam untuk memastikan agar seluruh fungsi berjalan dengan baik. CEO Arianespace, Stephane Israel mengatakan, pihaknya harus memastikan semuanya aman sebelum satelit diluncurkan.

“Kondisi yang terjadi saat ini memang seperti itu. Namun, kami tetap harus memastikan, agar peluncuran roket Ariane 5 dalam menjalankan misi V230, dengan membawa Brisat bersama satelit EchoStar XVIII, berjalan dengan lancar, aman dan sukses,” ujar Stephane.

Bila berhasil meluncur, BRI akan mencetak sejarah dengan menjadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit.

Sementara itu Direktur Utama BRI Asmawi Syam, menyampaikan bisa memahami alasan penundaan peluncuran ini. Apalagi, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Arianespace, bahwa mereka bisa menghentikan peluncuran jika ditemukan anomali yang bisa mengganggu peluncuran.

“Kami sangat memahami penundaan ini. Ini adalah standar prosedur mereka untuk melakukan cek dan ricek yang merupakan bagian dari Quality Control (QC). Bagi kami keamanan tetap yang utama. Kami serahkan sepenuhnya kepada Arianespace untuk melakukan yang terbaik,” kata Asmawi.

Asmawi menambahkan, saat ini seluruh tim sudah berada di Kourou dalam kondisi sehat. Asmawi berpesan agar kita semua tetap “space humble”  dengan berserah diri kepada Tuhan.

Selanjutnya pada hari ini, Kamis 17 Juni 2016 di Guyana Space Center, Kourou, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan bahwa ini adalah sejarah baru bagi BRI, BRI akan menjadi Bank pertam yang memiliki satelit sendiri.

“BRIsat penting untuk pengembangan bisnis kami. Ini akan membantu menjangkau 17.000 pulau yang ada di Indonesia agar bisa terjangkau layanan perbankan,” lanjutnya.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN