Sejak Jaman VOC Narkoba Telah Menginvasi Nusantara

 

Kitanesia.co – Perjuangan para pahlawan yang begitu gigih sampai titik darah penghabisan untuk melawan penjajahan telah menghantarkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan merdeka. Proklamasi menjadi titik tolak negeri ini sebagai salah satu kekuatan besar dalam percaturan dinamika dunia.

Kini sudah 71 tahun sejak proklamasi kemerdekaan dibacakan, bangsa ini pada intinya harus tetap berjuang dan berperang karena masih banyak ancaman besar bagi Negara ini. Persoalan narkoba yang kian mengemuka, telah menjadi salah satu musuh besar yang harus segera diberantas.

Masyarakat harus sadar, bahwa narkoba telah menyerang negeri ini sejak jaman VOC menginvasi nusantara. Karena itulah penting bagi seluruh anak bangsa untuk memaknai hari kemerdekaan ini dengan melakukan gerakan yang nyata untuk melawan narkoba.

Kepala BNN, Budi Waseso dalam pidatonya saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), pada 26 Juni 2016 lalu di Jakarta, mengatakan dengan lantang tentang urgensi people power untuk bersama-sama bersatu menangkal ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Karena itulah, semua elemen memiliki kewajiban yang sama dalam menyelamatkan bangsa ini dari narkoba yang disinyalir merupakan wajah baru penjajahan modern nir senjata atau imperalisme non militer.

Semua orang bisa berperan sesuai dengan potensi masing-masing, dari mulai lingkup yang paling sederhana. Orang yang berseragam penegak hukum tentu harus mampu melakukan fungsi dan kewenangan masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Sedangkan orang yang berasal dari kalangan masyarakat juga tak kalah penting harus bisa mendukung segala upaya pemerintah atau para penegak hukum yang membidangi penanggulangan narkoba dalam hal Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Ketika disinggung tentang merdeka dari narkoba, tentu di benak semua masyarakat Indonesia adalah Negara harus sepenuhnya zero atau nihil dari narkoba. Namun sayangnya hingga saat ini, PBB pun masih menyebutkan bahwa narkoba belum bisa dihilangkan sepenuhnya namun baru bisa ditahan laju penyalahgunaan dan peredaran narkobanya.

Meski demikian, yang paling penting adalah bagaimana semangat bangsa ini untuk bergerak secara dinamis melakukan hal-hal yang kontributif. Ketika disinggung tentang upaya pemberantasan, pastinya BNN dan juga Polri terus bergerak secara agresif untuk menghancurkan jaringan-jaringan narkoba baik dalam skala nasional maupun internasional.

Di tengah badai isu yang ada, BNN khususnya tetap bekerja secara professional dalam menekan peredaran narkoba. Baru-baru ini, BNN berhasil menggerebek sebuah pabrik narkoba yang berlokasi di daerah Aceh. Perlu juga digarisbawahi pula bahwa keberhasilan ini tentu tak lepas dari dukungan masyarakat yang memberikan informasi tentang adanya tindakan mencurigakan di sebuah lingkungan.

Semangat seperti inilah yang harus dibangun di tengah warga. Saat ini, ancaman narkoba bisa terjadi di mana saja, bisa di pemukiman padat penduduk, hunian mewah, atau hunian di pedesaan yang terpencil.

Masyarakat harus segera bangkit untuk menghilangkan sikap cuek atau apatis terhadap kondisi lingkungan. Belajar dari banyak zona merah yang jadi basis narkoba, adalah karena berawal dari sikap pembiaran dan ketidakpedulian. Nah, sikap ini harus dikikis habis. Pengurus warga sebaiknya senantiasa teliti dalam melakukan pendataan warganya. Ketika mendapati warga yang tertutup di kala siang, tapi terlihat ramai di kala malam, ataupun sebaliknya, maka tidak boleh segan-segan untuk memantau dan berkoordinasi dengan pihak keamanan.

Di samping peduli pada lingkungan dari ancaman sindikat yang berupaya menyusup, warga juga diharapkan mampu memiliki empati yang tinggi agar bisa peduli dan menolong para pengguna narkoba yang ketergantungan. Mereka perlu diberikan perhatian dan pertolongan agar bisa meraih kembali masa depannya yang hilang secara sosial dan psikologis.

Masyarakat juga perlu untuk mengoptimalkan langkah proteksi sejak dini. Langkah proteksi tersebut berawal dari keluarga. Orang tua terutama sebagai dinamisator keluarga harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Orang tua teladan pasti memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi yang efektif dengan anak-anaknya. Komunikasi dua arah di antara anggota keluarga sangat penting. Saking pentingnya, badan dunia yang menangani masalah narkoba yaitu UNODC meluncurkan slogan Listen First: Listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe, pada HANI tahun ini. Slogan ini mengandung makna filosofis bahwa aspirasi anak-anak baik itu remaja atau pemuda harus diperhatikan, lalu ditanggapi dengan positif dan dijadikan energi baru untuk melakukan langkah-langkah yang spektakuler yang bisa menginspirasi semua orang pula.*stopnarkoba*

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN