Siapakah Phoebe Snetsinger Ikon Google Doodle?

Kitanesia – Hari ini Google memilih Phoebe Snetsinger sebagai Google Doodle bukan tanpa alasan. Bahkan Google membuatkan sebuah film animasi pendek tentang berbagai jenis burung dan seorang wanita yang mengamati mereka dari kejauhan mengenainya.

Siapakah Phoebe Snetsinger?

Phoebe Snetsinger adalah seorang wanita kelahiran Amerika pada 9 Juni tahun 1931 dan meninggal pada 23 November 1999.

Ia adalah seoarang pengamat burung asal Amerika Serikat, ia adalah seorang pecinta burung sejati, apakah itu yang membuat Google menjadikannya sebagai Google Doodle hari ini? Tidak, Phoebe Snetsinger adalah seorang pengamat burung yang telah melihat 8.398 spesies dari kurang lebih 10.000 spesies burung yang terdapat diseluruh dunia!

Sebuah rekor yang sangat fantastis yang belum tentu dapat disamai siapapun, terutama pada jaman ini (sekarang ini di dunia sudah sangat banyak spesies burung yang punah). Dapat dibayangkan betapa beruntungya dia.

Phoebe Snetsinger adalah anak dari Leo Burnett seorang pengusaha Advertising yang sukses.

Pada masa kecil ia bersekolah di Lake Zurich hanya bersama 2 pelajar lainnya. Pada umur 11 tahun ia bertemu dengan seorang pria berusia 13 tahun bernama David Stetsinger yang kelak menjadi suaminya.

Ia kuliah di Swarthome College dan lulus Sastra Jerman, setelah suaminya selesai bertugas dalam perang Korea, Phobe Snetsinger beserta suaminya mengambil gelar Master pada bidang yang sama.

Phoebe Snetsinger

Pada tahun 1965 ia mulai jatuh cinta pada burung saat melihat seekor burung berspesies Blackburnian Warbler. Namun ia tidak meneruskan hobbynya itu hingga pada tahun 1981 ia didiagnosa terminal melanoma atau kanker kulit stadium 4.

Dokter kemudian menasihatinya untuk beristirahat dirumah, namun nasihat itu diabaikannya, ia kemudian berangkat ke Alaska untuk mengamati burung dan selang beberapa waktu ia pulang kerumah untuk kondisi kanker remission (masa tenang sembuh kanker).

Setelah masa itu Phobe Snetsinger sering bepergian ke daerah terpencil dan sesekali daerah yang berbahaya (baik alam maupun kondisi politik buruk).

Sebagai seorang ornithologist amatir ia membuat catatan-catatan lapangan khususnya pada burung sub spesies khusus yang kemudian diklasifikasi ulang menjadi spesies tersendiri.

Pada tahun 1999 ia bertualang ke Madagaskar untuk mengamati burung namun dalam perjalanan kendaraan yang ditumpanginya terbalik dan hingga akhirnya dia menghembuskan nafasnya yang terakhir.

 

*(KitaDN)

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN