Sore Yang Mencekam dan Cuaca Ekstrim,Malaysia Airline Tergelincir Di Bandara Soetta

Malaysia Aairlines tergelincir

KITANESIA – Selasa sore (13-6-2017) kota Tangerang dikepung cuaca buruk. Hujan disertai angin kencang berkesiur menghantam bumi Tangerang. Langit gelap kota Tangerang seakan terbelah ketika petir menyalak menimbulkan suara gemuruh yang menggelegar. Bandara Soekarno Hatta yang berada di kawasan Tangerang pun diguyur hujan badai disertai petir yang menggelegar. Hujan badai itu seketika langsung menjadi ancaman bagi sejumlah pesawat yang seharusnya akan mendarat di Bandara Soetta. Setidaknya ada 9 penerbangan Maskapai Garuda yang ditolak untuk mendarat. Para penumpang di Bandara yang seharusnya sudah lepas landas pun harus ditunda keberangkatannya.

Dalam situasi seperti itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi yang terjadi di Bandara Soetta. “Dalam situasi cuaca ekstrim seperti ini, semua pihak harus mengutamakan satu hal saja, yaitu keselamatan dan keamanan penerbangan. Para penumpang harus memahami ketika pesawat mereka ditolak mendarat karena itu demi keamanan dan keselamatan mereka sendiri,” tutur Agus. Demikian juga para penumpang yang berada di Bandara dan mengalami delay penerbangannya harus menerima kondisi itu karena pihak otoritas bandara pasti akan menunda penerbangan sampai cuaca memungkinkan.

Cuaca ekstrim Selasa sore itu ternyata berlangsung sampai lebih dari 3 jam sehingga keadaan menjadi sangat menegangkan dan bisa memicu emosi semua pihak di bandara. Baik yang berada di bandara maupun yang berada di dalam pesawat tapi belum mendapat ijin untuk mendarat pasti mengalami ketegangan. Namun dalam situasi ini kesabaran menjadi sangat penting untuk dijaga dan dipertahankan. Siapapun harus bersabar. Salah satu pesawat yang akhirnya harus mendarat setelah sekitar 3 jam tertahan di langit Tangerang, Malaysia Airlines MH 725 tergelincir dan pecah ban saat mendarat. Landasan yang licin membuat pilot Malaysia Airline harus melakukan hard landing yang kemudian mengakibatkan ban pecah. “Itu memang resiko pesawat yang terpaksa harus mendarat di tengah cuaca buruk yang ektrim,” jelas Agus.

flight route

Sebelum MH 725 tergellincir dan pecah ban di runway Utara Bandara Soetta, beberapa pesawat lain berhasil mendarat dengan aman dan selamat. Namun kejadian yang dialami Malaysia Airline bisa terjadi pada maskapai mana pun dalam situasi bad weather yang eksrim seperti itu. Runway utara pun kemudian ditutup dan para petugas bandara langsung melakukan tindakan untuk mengamankan pesawat dan menariknya ke apron. Semua penumpang (64 orang) dan kru pesawat (6 orang) selamat dalam peristiwa naas yang dialami MH 725. Kondisi pesawat sendiri mengalami pecah ban utama ketiga dan keempat.

Agus menjelaskan bahwa tim evakuasi pesawat dari GMF Aeroasia langsung sigap melakukan persiapan agar bisa bekerja cepat. “Mereka berencana melakukan pergantian mainwheel di taxiway sebelum pesawat ditarik,” jelas Agus. Tim GMF juga langsung berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan spare part yang dibutuhkan dan peralatan yang mereka perlukan. Menurut Agus, dengan langkah sigap seperti yang mereka lakukan, maka recovery pun tidak akan memakan waktu lama. Artinya bandara akan kembali normal dalam satu-dua jam seiring cuaca ekstrim yang juga mulai mereda.

WhatsApp Image 2017-06-14 at 05.26.06 (1)

“Inilah faktor cuaca yang tidak bisa dihindari. Itu sebabnya terjadi delay pada take off atau landing karena faktor cuaca. Oleh karenanya kami mohon pengertian kesabaran pada para pengguna jasa transportasi udara apabila terjadi delay, itu mayoritas semata-mata untuk menjaga keselamatan bersama”pungkas Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso sekali lagi ketika menjelaskan tentang keselamatan dan keamanan penerbangan.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN