Target Indonesia di Tahun 2019 Berjumlah 20 Juta Wisman !

MAKASSAR – Lagi-lagi, Presiden Joko Widodo menyebut target Wisatawan Mancanegara tahun 2019 adalah 20 juta! Itu artinya wajib naik 100% dari capaian 2015 yang baru 10,4 juta, atau rata-rata 25% per tahun. Angka yang super fantastik, di tengah pertumbuhan turis dunia masih di kisaran 4.4%, dan ASEAN 5.5%. Statemen itu disampaikan saat sosialisasi Tax Amnesty Periode II di Hotel Clarion Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat petang, 25 November 2016.

“Kita genjot 20 juta turis di Indonesia dengan segala cara, baik perbaiki positioning kita, baik diferensiasi produk, membangun brand setiap destinasi, dan ini sudah kita mulai,” tegas Presiden Jokowi.

Tentu, Presiden Jokowi tidak sekedar memasang target tinggi saja. Orang nomor satu di tanah air itu juga sudah berjanji menaikkan budget 4-5 kali untuk promosi pariwisata, sebagai peluru untuk menembus target 20 juta itu. Hal itu disampaikan di depan forum 100 CEO Kompas, di JCC, 24 November 2016 lalu.

Dari segi publikasi dan promosi, Presiden menuturkan bahwa pariwara “Wonderful Indonesia” saat ini sudah terpajang di sejumlah atraksi wisata di berbagai negara. Baik di media digital, seperti Google, TripAdvisor, Youtube, Baidu (Google nya Tiongkok), Ctrip (TripAdvisor nya Tiongkok), dan lainnya. Media TV, dari CNN International, National Geographic, Aljazeera, CCTV, NHK, CNBC, Astro, dan TV nasional di tanah air.
Kota-kota besar dunia, pusat-pusat turis, juga dibungkus dengan digital signed, seperti Times Squere New York, US, London, Paris, Amsterdam, Utrech, Tokyo, Seoul, Singapore, Melbourne, dan banyak kota di Tiongkok. Ada yang membranding bus seperti di Paris dan London. Ada yang me-wrapping taksi seperti black cab London, yang tahun ini dipasang di 400 taksi. Ada yang ditempel di fery penyeberangan Singapore Batam.

Promosi dari semua lini itu, diharapkan brand Wonderdul Indonesia semakin populer, mendunia, dan menantang wisatawan dunia untuk berwisata ke Indonesia.
Di media sosial apa lagi? Semua platform, dari Facebook, Twitter, Instagram, Line, Path, Youtube, Weibo, WeChat, semua diserbu foto-foto destinasi dan cultural event dengan tema pariwisata Indonesia.

“Kalau ke Paris sekarang, bus yang lalu lalang gambarnya sudah Indonesia semua, Wonderful Indonesia, videotron di Times Square semua memajang ‘Kunjungi Indonesia’,” ujarnya. Apa yang sudah dijalankan Kemenpar saat ini sudah on track. Strategi Promosi dengan PR-ing, Branding, Advertising, Selling, sudah dijalankan serius. Strategi pengembangan destinasi dengan Destinasi Originasi Timeline (DOT) juga sudah dijalankan.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki sejumlah obyek wisata yang tidak dimiliki oleh negara lain. Menpar Arief Yahya menyebutnya competitive advantage, di budaya dan alam. Namun, pengelolaannya masih belum dikemas secara baik. Untuk itu, perlu dana yang cukup besar untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata, salah satunya dapat diperoleh dengan program Tax Amnesty yang tengah dijalankan pemerintah.

“Kita punya tempat yang negara lain tidak miliki, Borobudur, pantai dengan batuan di Belitung. Enggak ada di dunia seperti ini. Tapi kalau produk tak dikemas dengan baik, siapa yang mau datang? Hotel, resort, cottage semua disiapkan. Dari mana uangnya? Pemerintah cuma punya 30 persen dari uang yang dibutuhkan. Sisanya? Dari masyarakat, swasta,” ucap Presiden.

Presiden tahu, Kemenpar saat ini dikelola sebagaimana korporasi menerapkan manajemen. Karena itu, suasana kegairahan industri di bawahnya sangat kondusif dan membawa angin optimisme. Itu juga yang membuat banyak investor yang siap menanamkan modal ke tanah air.

Presiden Jokowi pun menatap peluang menarik wisatawan dari Tiongkok yang mencapai 150 juta turis per tahun yang mayoritas bepergian ke Amerika Serikat dan Eropa. Presiden menargetkan 10 juta wisatawan dari Negeri Tirai Bambu itu untuk masuk ke Indonesia. “Saya minta khusus dari Tiongkok 10 juta. Sudah tanda tangan tinggal siapkan pesawatnya dari sana ke sini. Kalau pesawatnya datang sudah 20 juta rampung. Tapi jangan diplesetkan, itu turis! Yang dari Tiongkok itu turis. Tenaga kerja Tiongkok itu 14 ribu. Jangan diplesetkan lah,” ujar Presiden Jokowi.

Dan itu bisa dirasakan di Bali dan Manado, yang tahun 2016 ini dibanjiri wisatawan Tiongkok. Imlek tahun 2016 Februari lalu, Bali penuh sesak dengan chartered flight dari Tiongkok. Mereka jatuh cinta dengan pantai, laut, kuliner dan ujung-ujungnya belanja ke Indonesia.

Terkait pencapaian jumlah wisatawan ini, Presiden mengaku telah memerintahkan khusus kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya. Indonesia harus tembus 20 juta, dan itu diyakini mampu. Dia minta Mantan Dirut PT Trlkom itu untuk serius menangani pariwisata, mengingat tetangga seperti Malaysia sudah bisa mendatangkan wisatawan mencapai 24 juta turis dan Thailand bahkan menembus angka 27 juta turis.

“Ini harus meloncat di atas 20, saya sudah bilang ke Menteri Pariwisata (Menpar). Enggak mau kita hanya meloncat satu juta. Saya sudah janjian dengan Menpar, awas lho ya 2019. Saya targetkan angka. Kalau enggak ketemu ya, ganti,” ucap Presiden disambut tepuk tangan hadirin.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad.(*)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN