Tax Amnesty dan Keteladanan Pemimpin Negara

Kitanesia.co – Grand City Convention Centre Surabaya 15 Juli 2016, 2700 peserta berdesakan memenuhi ruangan yang tadinya hanya disiapkan 2000 orang……

Amnesti Pajak - Surabaya
Amnesti Pajak – Surabaya

Hotel Santika Medan 21 Juli 2016, 3700 orang memenuhi ruangan yang tadinya hanya disiapkan untuk 3000 orang, sehingga 200 orang harus menyaksikan dari luar…….

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara 18 Juli 2016, 149 orang antri mendaftar dan 11 orang langsung membayar….

Acara apa yang sangat menarik atensi masyarakat tersebut ? Itu bukan acara konser si “cute” Selena Gomez, atau pertandingan seru sepakbola perserikatan Persib – PSMS , tapi sosialisasi tax amnesty…dan pendaftaran dan pembayaran tebusan di hari pertama Tax Amnesty ! Bukankah biasanya tax itu sesuatu yang ‘menyebalkan’ ?

If you drive a car,I’ll tax the street.

If you drive to city,I’ll tax your seat.

If you get too cold, I’ll tax the heat.

If you take a walk, I’ll tax your feet.

Cause I’m a Taxman….Yeah I’m a Taxman……                                                               (The Beatles)

Sampai hari ketiga 20 Juli 2016, Ditjen Pajak telah menerima pelaporan aset sebesar Rp 100 milyar…

Luar biasa Bangsa Indonesia !

Tidak pernah ada kamusnya di dunia orang-orang antri dan berjubel untuk….bayar pajak !.

Apa yang bisa menyebabkan hal tersebut ? Tentunya suatu kampanye yang sangat menyentuh hati masyarakat dari pemimpin negara yang sudah memberikan teladannya selama ini….sehingga apapun yang diucapkannya…..masyarakat percaya dan mengikutinya…..Unknown-5

“Tekanan ekonomi global terhadap Indonesia. terhadap negara kita sekarang ini betul-betul saya kira semua merasakan.”, “Persaingan itulah yang mau tidak mau harus kita hadapi bersama. Saya ingin membuka lagi kita semua, Kita semua ini hidup di Indonesia, Makan juga di Indonesia, Mencari rizki juga di Indonesia, Bertempat tinggal juga di Indonesia”

“Dalam situasi persaingan seperti ini. kita memerlukan partisipasi, Negara memerlukan partisipasi dari bapak ibu dan saudara-saudara semuanya” (Jokowi 15 Juli 2016)

“Kok ada uang yang ditempatkan di luar negeri. Tidak apa-apa sebetulnya, dalam  bisnis hal seperti itu tidak apa-apa. Tapi, saat ini negara membutuhkan partisipasi Bapak/Ibu semua. Sehingga kita carikan payung hukumnya,” (Jokowi 21 Juli 2016)

Joko Widodo adalah pemimpin yang punya track record teladan merah putih, keberanian dan juga ahli strategi dalam menjalankan tugasnya. Mulai dari meraih kepemimpinan di Solo, menjalankan tugas dengan baik sampai pada pemilihan kedua meraih 90.09% suara pemilih. Menarik perhatian masyarakat progresif di DKI Jakarta sehingga bisa mengalahkan petahana. Bekerja dengan strategi brilian sebagai pimpinan di DKI Jakarta dalam menghadapi parlemen yang didominasi oposisi serta birokrasi yang kurang optimal. Maju dan memenangkan pertarungan pilpres yang keras dan penuh intrik serta fitnah. Mengalami ujian berat di awal kepemimpinannya baik dari oposan maupun dari internal, namun dengan kejujuran, keteguhan dan langkah-langkah strategis yang dilakukan serta kerendahan hati, satu-persatu mengakui kepemimpinannya untuk membawa Indonesia menuju tujuannya.

“Beliau inilah yang memberikan persetujuan dan dengan kecepatan yang sangat cepat menyelesaikan UU Tax Amnesty. Begitu momentum hilang, tidak tahu kapan lagi kita bisa menarik uang itu,” ucap terimakasih Presiden pada sembilan anggota Komisi XI DPR RI yang hadir pada acara Sosialisasi Tax Amnesty di Medan, 21 Juli 2016

Dengan kondisi birokrasi Indonesia yang masih belum optimal, bagaimana Jokowi meyakinkan masyarakat bahwa proses Tax Amnesty akan berjalan dengan baik?

“Pelaksanaan amnesti pajak ini, pelaksanaan Tax Amnesty ini akan saya awasi………. sendiri. Ini ga usah ragu! Saya akan bentuk satgas, saya akan bentuk task force, dari BPKP maupun intelejen yang akan mengawasi proses pelaksanaan Tax Amnesty, untuk mengawasi aparat pajak, supaya semuanya merasa terlayani”

 “Meskipun di Kementerian Keuangan juga ada task forcenya, Tidak ! sana biar bikin, saya juga bikin. Ya to pak… Ada kepercayaan…bahwa itu betul-betul…bener ini untuk membangun negara kita, untuk membangun bangsa kita”

Presiden memimpin sendiri road show Tax Amnesty ke seluruh penjuru Indonesia. Keteladanan dan kegigihan ini berimbas pada institusi birokrasi, yang dapat membuat regulasi turunan UU ini dengan sangat cepat. UU RI No.11/2016 tentang Pengampunan Pajak ditandatangani 1 Juli 2016, Peraturan Menteri Keuangan No.118/PMK.03/2016 tentang pelaksanaan UU dan surat edaran Dirjen Pajak No. SE-30/PJ/2016 tentang juklak pengampunan pajak dikeluarkan bersamaan pada 15 Juli 2016. Peraturan Menteri Keuangan No.119/PMK.08/2016 tentang repatriasi dan instrumen investasi dan Peraturan Dirjen Pajak No. PER-07/PJ/2016 tentang dokumen dan petunjuk pengisian dokumen dikeluarkan bersamaan tanggal 18 Juli 2016. Alhasil pada hari pertama tax amnesty, Senin 18 Juli 2016, masyarakat dapat langsung deklarasi dan membayar tebusan…..!

tax-amnesti

Mari membangun negara kita, bangsa Indonesia yang luar biasa !

*Tim Redaksi Kitanesia.co

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN