Teknik ‘Hairdryer’ Ala Pemimpin Kita

image : by Cummings

Kitanesia.co – Final Piala Champion 1999 di Camp Nou Barcelona. Tendangan bebas Mario Basler di menit ke 6 membuat Bayern Muenchen unggul 1 – 0 atas Manchester United (MU). Babak pertama MU tidak bisa mengembangkan permainan dengan baik. Pada babak kedua mendadak MU bangkit, namun sulit menembus pertahanan Muenchen. Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solksjaer masuk ke lapangan. Injury time, MU masih tertinggal, nama Bayern Muenchen sudah mulai diukir si “kuping besar”, namun secara dramatis Sheringham dan Solksjaer mencetak 2 gol! MU juara! Dengan menerima si kuping besar yang rada berantakan tulisannya….

Apa yang terjadi di locker room MU saat jeda? Dari sinilah mulai menguak teknik “hairdryer” Sir Alex Ferguson (Fergie), yang akhirnya melegenda. “In a fit of rage, he would get so close to a player’s face and scream so loud that the recipient’s head would recoil as if a hairdryer was being blown in his face”. Teknik khas ini adalah salah satu andalan Fergie dalam menjadi manajer terbaik dalam sejarah MU.

Sir Alex Ferguson masuk menangani MU pada tahun 1986, yang dalam kondisi berantakan dan hampir terdegradasi. Banyak gang, para pemain kunci pemabuk dan kebugarannya buruk, serta pembinaan pemain muda terabaikan. MU memang saat itu adalah salah satu klub legendaris Inggris, 7 kali juara liga Inggris, dan sekali juara Piala Champions pada tahun 1968 pada masa pemain legendaris Bobby Charlton, Dennis Law dan George Best. Namun kalah jauh dari Liverpool, yang sudah 16 kali juara liga dan 4 kali juara Piala Champion. Fergie berjanji pada konferensi pers pertamanya sebagai manajer MU yaitu “akan menggantikan Liverpool sebagai klub Inggris paling dominan mulai saat ini”. Fergie lalu secara keras namun kebapakan mendampingi para pemain MU, membenahi pembinaan pemain muda, melakukan attention yang sangat detail dalam segala aspek manajemen, merekrut pemain hebat yang pas dan melepas pemain bintang yang tidak sepenuh hati.

Gelar juara liga pertama Fergie diraih pada tahun 1992, dengan bantuan utama dari Eric Cantona. Jadi 6 tahun adalah waktu yang diperlukan untuk membangkitkan MU dari keterpurukannya. Selanjutnya karya Fergie sudah melegenda. Saat mengundurkan diri pada tahun 2013, selama 26 tahun karir pelatihannya, diperoleh 13 kali juara liga dan 2 kali mendapat si kuping besar.

sir alex

MU menjadi klub tersukses di Inggris, 20 kali juara liga, melampaui Liverpool yang hanya 18 kali. Pembinaan pemain muda MU pun adalah salah satu yang paling sukses, dari mulai generasi David Beckham, Paul Scholes lalu Christiano Ronaldo, sampai yang sekarang bersinar seperti Anthony Martial dan Marcus Rashford.

Bagaimana sikap para pemain MU terhadap teknik Hairdryer? Tentunya terasa sangat tersengat, namun biasanya terlecut untuk bertarung. Selama Fergie jadi manajer sejak juara tahun 1992, MU tidak pernah keluar dari 3 besar. Semua pemain MU pernah terkena hairdryer, kecuali Eric Cantona. Cantona adalah pemain MU yang paling berdedikasi, sampai sempat mengeluarkan tendangan ‘kung fu’ ke supporter lawan. MU selalu menjadi juara liga bersama Cantona, kecuali…. pada saat Cantona diskors.

the-hairdryer-tshirt_design

Ronaldo :

“I remember sometimes when we did something bad or we lost some games,”,

“He kicked the chairs, he kicked the boots, he kicked everything, the water, the drinks, and he was so red, saying ‘F–k, you should pass the ball,’ it was unbelievable, but it was good, because we learned.”

Rooney :

‘There’s nothing worse than getting the “hairdryer” from Sir Alex.’ ‘When it happens, the manager stands in the middle of the room and loses it at me. He gets right up in my face and shouts”.

 “I don’t like getting shouted at by anyone. It’s hard for me to take, so sometimes I shout back”

 ‘The manager knows I’ve been negotiating a new deal with the club and he saves some for me, “Players wanting more money from the club and new deals – you don’t deserve anything after that performance!”’

Reflecting on the blast, Rooney said his performance hardly warranted the new and improved contract he eventually received from the club.

Pada tanggal 7 Juni 2016, untuk pertama kali dalam sejarah Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jokowi–JK mengumpulkan seluruh pejabat eselon 2 Kementerian dan Lembaga (Direktur, Asisten Deputi, Kepala Pusat), dan memberi arahan langsung pada 1768 pejabat tersebut dengan teknik hairdryer ala Sir Alex Ferguson

“Saya ingin kembali menegaskan bahwa gerak dan langkah kita semua harus padu, harus satu, solid, satu garis, dari atas sampai ke bawah,”

 “Setiap hari berubah, setiap menit berubah, setiap detik berubah. Perubahan seperti itu harus kita antisipasi juga dengan sebuah kecepatan dalam bekerja, lincah dalam bekerja, berlari cepat dalam bekerja,”

 “Kalau yang menggerakkan ini benar, kecepatan itu pasti akan ada. Tetapi kalau yang menggerakkan ini belum berubah, masih menggunakan cara-cara lama, akan sulit bagi negara ini untuk berubah,”

 “Tidak usah semuanya dikerjakan sekaligus. Kita ingin prioritas, kita ingin fokus, tapi hasilnya dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Ini yang harus kita ubah,”

 Saat ini, Pemerintah sudah tidak lagi berprinsip pada money follow function tapi money follow program. “Programnya apa itu yang harus difokuskan,”

 “Orientasilah pada hasil. Kita sudah terlalu lama orientasinya selalu prosedur. Buang itu! Prosedur harus dilalui? Iya. Tapi kalau berorientasi pada hasil, prosedur pasti akan mengikuti. Kalau cara-cara ini kita kerjakan, saya yakin kita akan berubah menjadi lebih baik,

Jokowi–JK mulai memimpin ‘kesebelasan’ Indonesia tahun 2014. Suatu Indonesia yang pernah dijuluki macan Asia karena keberhasilannya ditahun 1980-1990an yang mencetak pertumbuhan ekonomi 7% secara berturut-turut, namun saat ini kondisinya mirip MU tahun 1986. Trisakti Bung Karno adalah janji duo pimpinan ini.

“Saya juga menyerukan pada seluruh rakyat untuk kembali bergandengan tangan, bergotong royong, merapatkan barisan, bahu membahu untuk menyongsong era baru berjuang bersama guna terciptanya masyarakat adil dan makmur”

 “Persatuan rakyat dan gotong royong akan menjadi kekuatan baru untuk membangun kembali Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan”

 “Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal RI dan berlayar bersama menuju Indonesia raya. Kita akan mengembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudra dengan kekuatan kita sendiri”

Formasi ‘kesebelasan’ dibentuk yang diberi nama kabinet kerja, yang langsung diberi “Hairdryer”

“Pertama, kami berikan penekanan bahwa rakyat sekarang sedang menunggu hasil kerja kita. Kita harus bekerja untuk rakyat sejak hari ini,”

“Yang sebelumnya vitaminnya tidak sampai ke rakyat, identifikasi agar vitaminnya bisa sampai ke rakyat,”

“Tugas kita semua menjalankan visi dan misi presiden. Tidak ada lagi visi-misi menteri, yang ada program operasional menteri. Kita harus bekerja garis lurus yang akan saya sampaikan. Ego sektoral hentikan. Dan kita harus semua tradisi baru, lintas sektor, lintas kementerian. Tidak ada yang bisa dilakukan sendiri,”

Jokowi-JK tahu persis kondisi birokrasi yang selama ini tidak optimal dalam melayani masyarakat dan negara. Target kuantitatif ditetapkan, lalu pada kabinet dan birokrasi ditanamkan motto : Kerja, Kerja, Kerja, 7 hari seminggu, 24 jam sehari, 3 shift, untuk mencetak ‘gol’.

Ketika Presiden merasakan kinerja kabinetnya masih belum optimal, mulailah keluar lagi teknik hairdryer yang unik

“Setiap menteri harus kuat dalam mengendalikan bawahannya. Para menteri juga harus berani melakukan terobosan yang diperlukan untuk memperbaiki perekonomian nasional”

“Kalau pimpinan di kementerian tidak kuat mengendalikan bawahannya, eselon satu dan dua, apalagi sampai terbawa arus bawahannya, sudah lupakan saja mengenai ini,” 

Atensi terhadap detail juga dilakukan oleh Presiden

Ngurus jalan tol saja, saya sampai ke sana lima kali. Presiden apa itu, yang normal hanya datangi pas groundbreaking. Kalau saya tidak, saya akan cek terus,”

“Proyek seperti ini, misalnya 5 kali, saya pastikan menterinya datang minimal 10 kali, Kalau menterinya datang 10 kali, pasti dirjennya datang 20 kali….ya memang harus seperti itu kerja…Saya ingin memberikan semangat…Saya juga ingin kontrol bahwa apa yang kita targetkan itu berjalan” 

Presiden juga menunjukkan empatinya terhadap kesulitan birokrasi yang sering menghadapi kriminalisasi dalam menjalankan tugasnya dalam lingkungan regulasi yang rumit dan saling bertabrakan. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN PROYEK STRATEGIS NASIONAL dikeluarkan untuk menjamin para pejabat negara untuk bisa mengambil keputusan cepat, dan kalau perlu mengambil diskresi. Jika keputusan tersebut dipermasalahkan secara administratif, maka tidak boleh dikriminalisasi. Presiden juga mendukung langkah KPK yang mulai masuk ke korupsi/kriminalisasi di kalangan penegak hukum japolha (jaksa,polisi, dan hakim) yang sering menjadi momok birokrasi.

Semangat dan kekompakkan adalah hal yang sangat penting bagi suatu kesebelasan. Sir Alex Ferguson sangat memperhatikan hal tersebut, jika teknik hairdryer tidak ditanggapi dengan baik oleh pemain, atau bahkan melawan, maka akibatnya sangat jelas. David Beckham adalah pemain binaan MU yang sangat hebat, namun ketika perhatiannya terpecah ke dunia di luar sepakbola, dan membangkang walau sudah beberapa kali di hairdryer, Fergie melempar sepatu ke kepala David Beckham sampai benjol, dan membuangnya ke Real Madrid. Rio Ferdinand dan Wayne Rooney yang sering menantang hairdryear, diistirahatkan dalam waktu cukup lama. Ronaldo adalah pemain yang sangat spesial. Direkrut dari Sporting Lisbon pada usia 18 tahun, karena bermain sangat hebat waktu pertandingan persahabatan dengan MU. Ronaldo muda sudah brilian namun karakternya jelek. Fergie dengan sabar membina Ronaldo seperti layaknya seorang ayah, terkadang dengan teknik hairdryer, sehingga Ronaldo menjadi salah satu pemain terhebat. Pada tahun 2007 setelah MU meraih si kuping besar untuk kedua kalinya di era Fergie, Ronaldo minta izin ke Fergie untuk pergi ke Real Madrid. Fergie minta waktu setahun lagi, dan Ronaldo menurut. Pada tahun 2008, setelah kalah dari Barcelona difinal Liga Champion, Fergie merelakan Ronaldo pergi karena hatinya sudah tidak di MU, dan sampai saat ini Ronaldo meraih kesuksesan besar di Real Madrid.

Jika kabinet sudah dinilai tidak optimal lagi, maka Jokowi-JK juga tidak segan untuk melakukan reshuffle. Yang sudah beberapa kali di hairdryer masih tidak optimal atau sudah tidak ada hati, terpaksa keluar. Yang dirasa kurang pas posisinya disesuaikan. Ada juga yang seperti Eric Cantona, yang tidak perlu hairdryer, sehingga sering melakukan tendangan kung fu saking semangatnya. Ada juga ‘young guns’ yang disertakan dalam pasukan. Jokowi-JK juga selalu mengingatkan para menterinya untuk memperhatikan jajarannya agar selalu kompak untuk dapat mencetak gol

Di akhir masa kepelatihannya Sir Alex Ferguson membuka ‘rahasia’ filosofi teknik hair dryer

’’Inti dari perlakuan itu (Hairdryer Treatment) karena filosofi saya. Sebelum pertandingan berakhir, tak ada kata menyerah, sekalipun tim tertinggal lebih dulu. Semua pesepak bola mengerti itu,’’

tumblr_nlk5a610T71tun3hmo6_500

Filosofi itulah yang membuat MU sukses dibawah Fergie. Filosofi itu lah yang sekarang diperagakan semua peserta di Euro 2016, sehingga sangatlah sulit untuk membuat gol. Lihat wajah pemain seperti Gareth Bale dan Marek Hamsik setelah membuat gol…..Banyak gol lahir di 5 menit terakhir….Sampai injury time pun Bale, sang pemain 100 juta dolar, melesat bagaikan kilat menyundul bola walau sedikit melenceng dari gawang Joe Hart….What’s an unbreakable spirit.

Filosofi itu jugalah yang dibutuhkan Jokowi-JK dan pasukannya dalam memenuhi janji pada waktu pelantikannya di era persaingan kompetitif MEA dan Pasar Global…..Ketaatan kreatif pasukan pada arahan komandannya akan sangat menentukan keberhasilan….

Goalll…..35.000 MW, Goalll…Sejuta Rumah, Goalll…10 destinasi wisata Goalll…..Goalll…Goalll !

*(KitaHN)

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN