Mengapa Pariwisata Thailand Kuat ?

Kitanesia– Industri pariwisata di Thailand diutamakan dan menjadi leading sektor. Meski sempat digoncang dua persoalan besar, yaitu kudeta Militer dan pemboman kuil ternama, namun tak membuat Thailand down. Thailand bisa memilah isu politik dan tourism tidak menjadi satu.

Terlihat saat kudeta militer terjadi, pemulihan cepat sangat diutamakan. Bahkan jumlah wisatawan ke Thailand makin meningkat menembus 20 juta wisatawan ketika itu. Sementara itu, tahun 2015 Thailand berhasil mencapai kunjungan wisata yang cukup fantastis hingga 30 juta wisatawan, 8 juta pelancong adalah wisatawan asal Cina.

Lalu apa sebetulnya kunci sukses Thailand dalam menggenjot industri pariwisatanya?

Pertama, Kekuatan daerah. Hampir seluruh desa maupun kabupaten di Thailand wajib memiliki aktifitas pariwisata minimal tiga kali dalam seminggu. Atraksi wisata di setiap kabupaten harus selalu ada, bila tidak, maka akan diberikan denda yang nilainya cukup besar. Itu memang harus karena pariwisata di Thailand sudah menjadi leading sektor yang diutamakan.

Kedua, Akses. Thailand menyadari akses menjadi faktor penting bagi pariwisata, karena itu sisi akses harus diperkuat. Kita bisa lihat hampir di seluruh kota di Thailand memiliki akses ke seluruh Negara, dan mensupport penerbangan yang ingin berwisata ke Thailand.

Ketiga, Transportasi. Kebanyakan wisatawan yang datang ke Thailand menggunakan bus, kereta api, kapal laut, namun umumnya menggunakan bus dan kereta api. Karena itu, infrastruktur kedua transportasi itu kemudian diperkuat. Thailand pun menyadari bahwa wisatawan sangat butuh akses internet. Karena itu seluruh bus maupun kereta api memiliki wifi, bahkan di jalan-jalan di Thailand sudah ada wifi. Hal-hal sepele seperti itu membuat wisatawan senang.

Keempat, Destinasi wisata. Tempat-tempat wisata di Thailand nyaman dan bersih. Dan hampir 90 persen seluruh destinasi wisata di Thailand wisatawan tidak mengeluarkan uang. Seluruhnya disubsidi pemerintah, kecuali wahana permainan harus beli karcis, selain itu semuanya gratis.

Kelima, Kenyamanan, di Thailand hampir bisa dipastikan bahwa seluruh wisatawan selalu merasa nyaman. Termasuk ketika datang ke tempat wisata atau hendak ingin berbelanja. Tidak ada para pedagang di tempat wisata yang sifatnya memaksakan, mereka hanya menyerahkan kepada wisatawan karena akan dikenakan denda besar bila pedagang memaksakan dagangannya kepada wisatawan. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan pedagang, seperti tempat, air bersih serta tempat sampah. Sanitasi juga harus selalu bersih, tidak boleh kotor karena sudah ditanggung pemerintah. Jika kotor maka hukuman atau denda akan diberlakukan.

Keenam, Promosi pariwisata yang terus menerus menjadi bagian penting bagi Thailand agar dunia internasional mengetahui keindahan di Thailand. Sementara kualitas kemasan dan layanan pariwisata Thailand itulah yang membuat dia unggul.

Dalam hal itu, promosi di Internet merupakan gerbang informasi untuk seluruh jagad, dan itu dimanfaatkan wisatawan, institusi yang mengorganisir para wisatawan, maupun pihak lain yang berkepentingan, seperti agen tour dan travel, demikian juga promosi secara informal di forum-forum, blog, dan lain-lain juga begitu mudah didapatkan.

Terkait dengan promosi ini, misalnya bisa dengan mudah mendapatkan informasi-informasi tentang Phuket: Apa yang ada, tempat-tempat yang wajib dikunjungi kategori wisata entertain, wisata malam, wisata belanja, wisata sejarah, dan seterusnya.  Ada juga informasi mengenai bagaimana mengunjuginya, apa yang sebaiknya di bawa, apa yang boleh dan apa yang tidak dan lain-lain. Tak ketinggalan tarif yang memberikan kepastian agar mendapat kemudahan pengaturan anggaran bagi wisatawan.

Kemasan yang kedua adalah memaketkan suatu lokasi wisata sehingga terlihat menarik. Satu tempat wisata tetapi bisa terkesan 3-4 karena diambil dari sudut yang berbeda dengan narasi yang berbeda, padahal tempatnya itu-itu juga.

Kemasan yang ketiga adalah bagaimana menjualnya. Setiap sudut Phuket dengan mudah ditemukan kaki lima penjaja paket wisata, ini memudahkan bagi siapapun yang datang ke Phuket. Seolah semua pihak di Phuket sebagai pintu depan penerima turis. Mereka bisa berbahasa Inggris, ramah, dan banyak bicara. Mulai dari sopir, penjaja paket turis kaki lima, penjaga hotel/motel, sampai pemandu wisata bisa berbahasa inggris meski minimal. Jika sudah ikut paket wisata, termasuk makan misalnya, semuanya dipenuhi tanpa ingkar. Tidak ada lagi pungutan di tempat-tempat wisata itu.

 

(BHH )

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN