Tuhan YME tidak pernah lelah pada para Pemimpin Indonesia PART 2

Second for 411

Istana negara, 31 Oktober 2016

“Demonstrasi adalah hak demokratis warga tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak. Pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum. Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindak anarkis oleh siapapun” (Jokowi )

demo-ahok-2

Hambalang 31 Oktober 2016, di rumah kediaman Prabowo Subianto, Presiden Jokowi melakukan silahturahmi

“Kita harus jaga jangan sampai ada katakanlah unsur-unsur yang mau memecah belah bangsa. Itu yang sangat kita jaga. Kita Negara yang majemuk.Kita negara banyak suku, banyak agama, banyak ras. Semua masalah kalau ada masalah marilah kita selesaikan dengan sejuk, dengan damai” (Prabowo Subianto)

“Saya kira tadi kita di dalam sampai tertawa bareng-bareng. Rivalitas itu ada sampai Pilpres. Itulah demokrasi. Tetapi setelah itu bersama bahu membahu membangun Negara dari segala sisi. Saya kira ini yang kita sampaikan. Mungkin nanti tahun 2019 bisa saja ada rivalitas lagi, tapi nanti bahu membahu lagi” (Jokowi)

World Peace Forum, Istana Negara, 1 November 2016

“Pertama, Indonesia memiliki Pancasila. Ideologi bangsa, cara berpikir dan bertindak, panduan hidup bangsa kami dalam melangkah maju. Kedua, dan sama pentingnya dengan Pancasila adalah Bhinneka Tunggal Ika, sebuah pepatah lama di Indonesia yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu, dan inilah yang selalu menjadi pegangan kami.

“Disini ada pemuka agama, pembuat kebijakan, para pakar, politikus, dan aktifis dari berbagai belahan dunia. Anda semua adalah “cahaya-cahaya” moral kami. Dan kami semua berhutang kepada anda.karena Anda telah tanpa pamrih mempromosikan dan memperjuangkan perdamaian di dunia” (Jokowi )

????????????????????????????????????

Istana Negara, 1 November 2016 pertemuan Presiden dan sejumlah tokoh masyarakat

“Nasihat yang penuh kesejukan dan penuh kedamaian juga sekarang ini sangat dinanti-natikan dari para ulama”

“Kami berharap bahwa ulama juga berani mengambil sikap tegas bahwa antara Islam dan keindonesiaan bukan harus dipertentangkan, tetapi marilah kita bersama-sama kita jaga, kita pelihara,kita perjuangkan ke Indonesiaan kita (Jokowi)

“Kita memang siap untuk membela Negara dan bagi kami NKRI final dan kita tidak akan memberikan toleransi kepada siapa saja yang akan memecah belah bangsa ini”.“Kita sepakat pernyataan Presiden, bahwa di Negara republik ini bahwa demonstrasi tidak dilarang sepanjang sesuai dengan peraturan dan tidak menimbulkan kerusakan dan juga jangan terprovokasi (Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia)

After 411

Ratas Istana Negara, 5 November 2016

“Sebagai Negara demokrasi, kita menghargai proses penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa yang dilakukan hari ini dengan cara-cara yang tertib dan damai. Terimakasih kami sampaikan kepada para ulama, para kyai, para habaib, para ustadz, yang telah memimpin umatnya yang menyejukkan sehingga sampai magrib tadi berjalan tertib dan damai”

“Tapi kita menyesalkan kejadian setelah Isya yang seharusnya sudah bubar tetapi menjadi rusuh. Dan ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi ”

“Oleh sebab itu, saya minta para pengunjuk rasa untuk kembali pulang ke rumah masing-masing, ke daerah masing-masing dengan tertib. Biarkan aparat keamanan bekerja menyelesaikan proses penegakan hukum seadil-adilnya”

“Terakhir, saya mengapresiasi kerja keras aparat keamanan, yang melakukan penegakan persuasif dalam menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap aman dan damai” (Jokowi).

Istana Bogor, 5 November 2016, video conference dengan diaspora Indonesia yang berada di Sydney

“Semuanya karena situasi di Negara kita yang tidak memungkinkan saya meninggalkan Tanah Air. Meskipun saat ini semuanya dalam kondisi yang baik,normal kembali 100%”

australia5

“Masalah besar yang kita hadapi adalah yang berkaitan dengan ketimpangan, kemiskinan, pengangguran. Oleh sebab itu, untuk mengejar ini, kita terus melakukan percepatan-percepatan kebijakan di regulasi yang kita harapkan bisa bersaing, berkompetisi dengan negara-negara lain”

Pemerintah juga akan mengejar pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan cara yang masif dan besar-besaran. “Sehingga level peningkatan pembangunan SDM ini betul-betul bisa ditingkatkan”

“Stabilitas politik juga tidak ada masalah, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan, tetapi masih memerlukan konsolidasi-konsolidasi politik, konsolidasi-konsolidasi kenegaraan”

“Untuk memberikan masukan-masukan dalam rangka memberikan rasa sejuk, mendinginkan suasana, dan hal-hal seperti itulah yang terus akan kita lakukan dalam minggu-minggu ini”

Markas Besar TNI AD, 7 November 2016

“Saya ingin menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras para perwira dan seluruh jajaran prajurit TNI dalam mengamankan aksi unjuk rasa tanggal 4 November 2016, hari Jum’at yang lalu. Saya yakin, bukan hanya saya tapi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, memberikan apresiasi atas soliditas, atas kekompakkan, atas penggunaan cara-cara yang persuasif dalam menjaga keamanan Jakarta, dalam menjaga keamanan tanah air sehingga unjuk rasa berlangsung tertib dan damai”

“Saya yakin ketika TNI dan Polri solid, kompak, bersatu, maka kita akan bisa mempersatukan Indonesia, mempersatukan ras yang berbeda-beda, mempersatukan suku yang berbeda-beda, mempersatukan agama yang berbeda-beda yang ada di Negara kita, dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa kita. Jadilah perekat kemajemukan.

“Sebagai Panglima Tertinggi TNI saya telah memerintahkan agar tidak mentolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa, mengadu domba bangsa dengan provokasi dan politisasi. Jangan ragu bertindak untuk keutuhan NKRI kita”

“dan sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya perintahkan untuk tegakkan kesatuan komando. Pegang teguh amanat sapta marga dan sumpah prajurit. Jaga soliditas. Tunjukkan jati diri sebagai Bhayangkara Negara dan bangsa Indonesia”

Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, 8 November 2016

pres

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada seluruh anggota Polri, anggota Kepolisian Republik Indonesia, atas kewaspadaan, atas soliditas, atas sikap profesionalitas yang ditunjukkan dalam mengamankan aksi demo tanggal 4 November 2016 yang lalu, sehingga akhirnya demo itu berjalan dengan tertib dan damai”

Rasa simpati yang mendalam kepada seluruh anggota Polri maupun TNI yang menjadi korban kekerasan saat berupaya mengamankan aksi unjuk rasa tersebut. “Tadi Kapolri sudah menyampaikan ada 18 yang luka.

“Sebagai salah satu institusi, Polri ini adalah institusi yang besar dengan 430 ribu anggota. Oleh sebab itu, jangan ragu dalam bertindak untuk penegakkan hukum yang tegas. Tidak boleh institusi sebesar Polri ragu terhadap kelompok-kelompok kecil, terhadap organisasi-organisasi apapun, dan tokoh-tokoh siapapun”

“Hal itu terletak di tangan saudara-saudara semuanya. Negara harus kuat, marwah institusi Polri harus dijaga, marwah Negara juga harus dijaga. Oleh sebab itu, sekali lagi saya ingin mengingatkan penegakkan hukum yang jelas, yang tegas, harus dilakukan”

“Tadi saya tekankan agar pendekatan persuasif baik yang ada di Polsek, di Polres, itu harus terus bekerja sampai ke bawah sehingga masalah yang ada itu bisa dijelaskan secara jelas kepada masyarakat”

“Tadi juga didalam saya sampaikan, yang berkaitan dengan hasutan kebencian, hal-hal yang berkaitan dengan penghinaan kepada simbol-simbol Negara.Kalau memang aturannya ada ya harus ditindaklanjuti”

dan Konsolidasi terus dilanjutkan Presiden ke jajaran TNI dan Polri. Markas besar Kopassus 10 November 2016, Markas Korps Brimob 11 November 2016, Markas Korps Marinir 11 November 2016, Korps Pasukan Khas 15 November 2016, Markas Divisi Infanteri I Kostrad 16 November 2016,

dan Presiden sendiri menyalami satu-persatu prajurit NKRI dan anggota kepolisian

“Saya ingin memastikan bahwa semuanya loyal kepada Negara, setia kepada Pancasila, kepada Undang-undang Dasar 1945, kepada NKRI, dan kepada kebhinnekaan kita. Sehingga kalau sudah bertemu dan dekat seperti ini bisa kita rasakan, prajurit kita siap” (Jokowi 11 November 2016)

“Saya ingin mengingatkan bahwa para pahlawan kesuma bangsa, para pendiri Tentara Nasional Indonesia seperti Panglima Besar Jenderal Sudirman, mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk memperjuangkan kemerdekaan”. (Jokowi 10 November 2016)

“Saya kira kewajiban kita itu memperjuangkan terus apa yang menjadi cita-cita para pahlawan baik dalam memakmurkan, menyejahterakan, dan memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” (Jokowi 10 November 2016)

“Di Negara kita, kita ingin yang mayoritas itu melindungi minoritas, Yang minoritas menghormati mayoritas. Saling menghargai, saling menghormati. Kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahsyat jika kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai persatuan Indonesia, dalam bingkai NKRI” (Jokowi 11 November 2016)

Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana, bekerjalah tanpa menghitung-hitung untung dan rugi. Bekerjalah tanpa pamrih untuk bangsa dan negara” (Jokowi 15 November 2016)

 Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, 7 November 2016

nu

“Saya mengungkapkan terimakasih kepada jajaran pengurus PBNU dari pusat sampai daerah yang telah memberikan pernyataan-pernyataan yang mendinginkan suasana, pernyataan-pernyataan yang menyejukkan suasana, sehingga pada saat demo tanggal 4 yang lalu sampai sore maghrib berjalan dengan damai”

Kiprah NU selama ini sebagai penyangga utama Pancasila, keberagaman, dan kerukunan antar umat beragama “Saya kira clear, sangat jelas sekali, NU menjadi penyangga utama di bidang yang saya sampaikan”

“Saya kira banyak hal yang perlu kita selesaikan bersama-sama antara pemerintah dan NU di lapangan. Terutama yang berkaitan dengan ekonomi keumatan, hal-hal yang berkaitan dengan radikalisme. Saya kira banyak hal yang nanti bisa kita lakukan bersama NU dan pemerintah” (Jokowi)

Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, 8 November 2016

“Tadi saya menyampaikan penghargaan tinggi, apresiasi yang tinggi, kepada PP Muhammadiyah dari pusat sampai ke daerah yang ikut memberikan kesejukan, yang ikut mendinginkan suasana sebelum demo tanggal 4 November yang lalu maupun saat demo”

“Yang berkaitan dengan politik islam, tadi juga diusulkan dari PP Muhammadiyah agar ini bisa dikerjakan bersama-sama antara pemerintah dan Muhammadiyah sehingga bisa memberikan ruang dan saluran politik bagi umat Islam dan bisa mengembangkannya dengan baik”

“Saya kira itu sebuah masukan yang bagus. Yang belum baik akan kita perbaiki, yang belum bagus akan kita benahi. Saya kira saya manusia biasa yang penuh dengan kesalahan, yang penuh dengan kekurangan

“Saya tekankan, saya tidak akan melindungi Saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk pada proses hukum” (Jokowi).

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN