Tuhan YME tidak pernah lelah pada para Pemimpin Indonesia PART 3

Second for 212

Presiden menemui satu persatu pimpinan partai politik untuk konsolidasi, Ketua Partai Gerindra 17 November 2016, Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 21 November 2016, Ketua Partai Nasional Demokrat, 22 November 2016, Ketua Partai Golongan Karya 22 November 2016, Ketua Partai Persatuan Pembangunan 22 November 2016, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa 29 November 2016, Ketua Partai Amanat Nasional dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat 30 November 2016

Istana Negara, Secangkir Teh Hangat Menemani Prabowo Subianto di Beranda Istana, 17 November 2016

jokowi-prabowo ngopi bareng

“Hari ini saya bertemu kembali dengan Bapak Prabowo di istana. Ini kunjungan balasan beliau. Saya kira saling mengunjungi, saling bersilahturahim adalah tradisi yang sangat baik di antara kita. Dan saya berharap budaya seperti ini juga sampai ke tengah, sampai ke bawah” (Jokowi)

Beliau (Joko Widodo) pernah menjadi rival saya, tetapi kita tetap bersahabat. Jadi masalah perbedaan politik itu hal yang biasa, tidak boleh jadi masalah perpecahan yang berkelanjutan. Kita bertekad berdua begitu, jadi saya juga siap untuk memberi masukan setiap saat. Beliau sangat terbuka. Jadi suasana yang sangat baik yang kita capai”

“Saya tidak akan malu-malu untuk mengatakan bahwa saya terus menerus untuk mengurangi ketegangan. Mau tanggal 25, atau tanggal lainnya, saya merasa kewajiban saya sebagai pimpinan organisasi partai politik untuk selalu menganjurkan kesejukan. Kita butuh kesejukan untuk Indonesia membangun. Tidak gampang, jadi kita harus bahu membahu. Pemerintah juga butuh kritik, tapi tidak destruktif, tidak menjegal”

“Saya sudah katakan, saya tidak akan menjegal Bapak (Joko Widodo) karena saya yakin Bapak ‘Merah Putih”. Dan saya pegang komitmen saya. Jadi kritik itu bagus asal tidak destruktif dan tidak mengarah ke kekerasan. Itu yang harus kita hindari sebagai bangsa” (Prabowo Subianto)

Istana Negara dengan Bakmi rebus dan Goreng sebagai Menu Santap Siang dengan Megawati Soekarnoputri, 21 November 2016

“Sekali lagi, pilkada ini ada di 101 kabupaten/kota dan provinsi, bukan hanya di Jakarta. Menang dan kalah dalam pilkada itu adalah sesuatu yang biasa, yang paling penting antar kandidat itu harus saling menghormati, saling menghargai, karena apapun kita ini adalah bersaudara” (Jokowi)

Jokowi- mega

“Saya berulang kali meminta kepada media dan pers jangan ikut memanas-manasi. Justru harusnya ikut menyejukkan. Karena kasihan, nanti yang menderita itu rakyat yang dibawah yang tidak mengerti apa-apa yang disuruh ikut. Kalau saya perhatikan, 4 November kemarin itu kelihatan sekali bahwa sebenarnya banyak mereka yang tidak mengerti”(Megawati Soekarnoputri)

Istana Negara, Bubur Ayam dan Bakmi Aceh Menu Pagi Surya Paloh, 22 November 2016

Pemerintah juga hendak memantapkan kembali ideologi Pancasila yang dianut oleh seluruh komponen bangsa. “Ini bukan hanya pemerintah saja, tetapi juga oleh pemuka-pemuka masyarakat, pemuka-pemuka agama, dan didalamnya termasuk produk-produk yang dikeluarkan DPR maupun kebijakan-kebijakan pemerintah itu harus bermuara kepada ideologi Pancasila” (Jokowi)

jokowi-surya paloh

“Ini masa jabatan beliau masih berjalan, sudah ada keinginan menjatuhkan misalnya pemerintah. Kalau itu yang terjadi apa warga Negara seperti saya harus tinggal diam ? Apa partai yang saya pimpin harus tinggal diam ? Ya pasti harus saya lawan. Ini kan kejujuran, tapi bukan itu yang kita cari, bukan itu yang kita kedepankan” (Surya Paloh)

Istana Negara, Silaturahmi dengan Setya Novanto 22 November 2016

“Kita semua tahu Partai Golkar memiliki basis dukungan hampir di seluruh wilayah Indonesia, merata, dan oleh sebab itu pada kesempatan yang baik tadi saya menyambut baik dukungan Partai Golkar dari seluruh wilayah Indonesia untuk menjaga stabilitas dan ketertiban sosial yang ada”

jokowi - setya

“Tadi Pak Setya Novanto juga mendukung penuh sikap tegas pemerintah terhadap upaya yang mengarah pada gerakan-gerakan radikal dan bangsa kita yang sekarang ini sedang giat-giatnya membangun dalam rangka mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Kita ingin bekerja bersama-sama membangun dan mensejahterakan rakyat.” (Jokowi)

“Kami sampaikan bahwa kami mengadakan silaturahmi kepada Bapak Surya Paloh, kepada Ibu Mega, dan juga partai-partai lain. Ini tidak lain untuk kemajuan kepentingan perekomomian Indonesia yang kita harapkan dengan suasana damai, maka kepercayaan terhadap langkah-langkah oleh Presiden dalam melakukan program-programnya bisa semakin kuat” (Setya Novanto)

Terhadap isu rencana makar yang bertujuan untuk menduduki gedung DPR ?

“Mudah-mudahan tidak terjadi demikian. Apa yang dilakukan oleh presiden dengan melakukan pendekatan-pendekatan tentu kita harapkan masyarakat akan semakin tahu kalau ini betul-betul untuk demi kepentingan rakyat” (Setya Novanto)

Ruang Kredensial Istana Merdeka, santap siang bersama dengan Rohamurmuziy, dengan coto Makasar 22 November 2016.

“Pegangan kita adalah yang tercantum dalam konstitusi bahwa Negara Indonesia adalah Negara hukum. Sebagai Negara hukum, semua harus berjalan berdasarkan atas hukum, bukan atas dasar pemaksaan kehendak. Apalagi dengan menggunakan kekuatan massa. Hukum harus menjadi panglima di Negara kita (Jokowi)

“Cukup lama kami bertemu sekitar 3 jam setengah. Kami membahas berbagai hal termasuk pandangan MUI terhadap rencana pelaksanaan aksi damai 2 Desember 2016.Kyai Ma’aruf sendiri mengatakan pada kami sudahlah, kita sudah pada titik mengantarkan proses hukum itu masuk ke koridornya (Rohamurmuziy)

Istana Merdeka, santap siang bersama dengan ikan bakar dan soto Silaturahmi dengan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa 29 November 2016.

“Ini untuk memberikan kejelasan agar kita tidak menjadi terlalu parlementer. Banyak hal yang substansi seperti itu, misalnya salah satunya mengangkat Kepala BIN apa perlu ke DPR ? Mengangkat duta besar apa perlu ke DPR? Ini penguatan presidensial yang telah dibahas oleh para kyai, para ulama, untuk menyempurnakan sistem demokrasi” (Muhaimin Iskandar)

jokowi - cak imin

“Saya laporkan kepada Pak Presiden ada banyak opsi agar Pemilu tahun 2019 nanti lebih kuat, lebih transparan, lebih dewasa, dan partisipasi masyarakat lebih besar lagi” (Muhaimin Iskandar)

“Terutama yang ketiga, komunikasi. Memang kita ini sangat sering bertemu, tetapi memang ini akan lebih diseringkan lagi sehingga semuanya menjadi tersambung dan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan rakyat, bangsa, dan Negara itu bisa dibicarakan bersama-sama” (Jokowi).

Istana Merdeka, santap siang bersama Zulkifli Hasan dengan ikan patin, tempe goreng, dan juga sayur asam serta kerupuk merah sebagai menu hidangannya, 30 November 2016

Terkait konsolidasi kebangsaan “Ke semuanya, kita tidak berbicara ke partai politik, ormas tertentu, ke semuanya. Sekali lagi, Negara kita ini Negara besar. Jadi bisa dengan daerah, bisa dengan langsung ke akar rumput, bisa dengan kelompok petani, bisa dengan kelompok nelayan, bisa juga dengan kelompok buruh” (Jokowi)

jokowi - zul

“Nanti MPR juga akan membantu dengan seluruh fraksi-fraksi untuk silaturahmi ke berbagai kalangan. Setelah itu nanti kita akan undang sebelum ke Bapak Presiden dengan fraksi-fraksi. Karena fraksi-fraksi mewakili semua partai politik dan urusan daerah. Nanti poin-poinnya kita konsultasikan kepada Bapak Presiden, kepada pemerintah, bagaimana tindak lanjutnya” (Zulkifli Hasan)

Kesepakatan para pemimpin Indonesia

Bareskrim Polri akhirnya sepakat menetapkan Ahok sebagai tersangka pada Rabu 16 November 2016. “Ahli bahasa berbeda pendapat, ahli agama berbeda pendapat. Saya mendapat laporan, di kalangan penyelidik terjadi dissenting opinion. Ada yang katakan pidana ada yang katakan tidak. Sebagian besar mengatakan pidana” ,”Berkas tersangka Ahok sudah selesai, kita limpahkan ke Kejaksaan. Kita juga sudah koordinasi, mudah-mudahan besok bisa dinyatakan P21, lengkap berkasnya,” (Tito Karnavian, Kapolri, 28 November 2016)

“Ya sudah, sudah, barusan kami terima dari Kejaksanaan negeri dengan stafnya melimpahkan barusan”,”Baru saja kami terima dari Kejaksanaan Negeri Jakarta Utara oleh Pak Kajari sendiri dan stafnya”,”Nanti akan diberkaskan dulu semua, kemudian oleh kepaniteraan diserahkan ke bapak ketua pengadilan. Nah baru setelah dipelajari dan menurut pengadilan itu kewenangan pengadilan” (Hasoloan Sianturi, Humas PN Jakarta Utara 1 Desember 2016)

“Akhirnya disepakati bahwa aksi 2 Desember akan dilaksanakan di Monas dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB”. (Tito Karnavian, Kapolri, 28 November 2016)

“Saya tadi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah menghadapi yang aksi damai itu dilaksanakan dialog kemarin yang difasilitasi Majelis Ulama. Oleh karena itu, saya mengajak yang besok ini mari buktikan bahwa kita adalah Negara yang damai, Islam yang damai. Kita tunjukkan pada dunia walaupun mayoritas muslim tetapi moderat, rahmatan lil’alamin, damai, saling menghormati, saling menghargai” (Zulkifli Hasan, ketua MPR 30 November 2016)

“Saya mempercayai komitmen yang telah dibuat”, “Yang paling penting nanti dalam aksi itu tidak ada rusuh, tidak ada ricuh. Memang ini kan doa, bukan demo. Berdoa bersama-sama untuk ketenangan bangsa ini, untuk kedamaian bangsa ini, untuk kesejahteraan bangsa ini. Saya kira doanya akan ke sana, untuk persatuan kita (Jokowi, 30 November 2016).

D Day 212…412…

Hujan yang turun tak menghalangi langkahnya untuk bergegas menuju lapangan Monas, tempat dimana jutaan umat Islam melaksanakan doa bersama. Siang itu, Jum’at, 2 Desember 2016, Presiden Joko Widodo melaksanakan ibadah shalat Jumat berjamaah bersama dengan para peserta aksi Doa bersama

“Saya ingin memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Jemaah yang hadir dalam ketertiban sehingga semuanya terlaksana dengan baik. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar”

“Terimakasih atas doa dan dzikir yang telah dipanjatkan untuk keselamatan bangsa dan Negara kita. Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar” (Jokowi)

Bagi masyarakat yang berhalangan di 212, maka difasilitasi pada 412, sehingga terlihatlah rangkaian pertunjukkan dahsyat kebhinekaan Indonesia yang menggelegar ke seluruh dunia !

“Kemarin Presiden sudah salat (Jumat) bersama rakyat. Ini menunjukkan beliau merupakan presiden rakyat,” ,”Kita jadikan ini sebagai momentum, kebhinnekaan kita,” (Setya Novanto, Ketua DPR, 4 Desember 2016)

“Siapa kita? Siapa kita? Indonesia. Kita adalah Indonesia. Kita harus terus berjuang agar tujuan kemerdekaan itu semakin kita dekati,”, “Saya berdoa dan berharap terus persatuan kita tidak boleh tergoyahkan sebagai bangsa. Musuh utama kita bukan perbedaan antara kelompok satu dan lain, golongan satu dan lain, musuh kita kebodohan dan kemiskinan,”  (Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem, 4 Desember 2016)

Bangkit para pemimpin Indonesia !

Para pemimpin Indonesia sudah belajar banyak baik dari sejarah bangsa, persatuan serta kerjasama dalam mengoptimalkan potensi Indonesia adalah vital, agar Negara tidak tergadai pada neokolonialisme…..

Para pemimpin Indonesia sudah belajar banyak baik dari pemimpin masa lalu, yang dengan cerdas memanfaatkan kondisi geopolitik internasional untuk kepentingan nasional…..

Para pemimpin sepakat bahwa di era globalisasi ini, hanya dengan memiliki berbagai keunggulan kompetitif, maka bangsa Indonesia bisa dihormati dan dapat melakukan kerjasama setara dengan bangsa-bangsa lain…

Para pemimpin sepakat bahwa di era globalisasi ini, jika tidak mampu menjaga soliditas internal ,maka kekuatan asing akan segera mengoyak-ngoyak bangsa Indonesia untuk memperebutkan potensi sumber daya Indonesia yang dahyat…

Para pemimpin sepakat tidak ingin Indonesia seperti Lebanon yang melakukan separasi berdasarkan kelompok-kelompok kepercayaan, sehingga akhirnya terjadi perpecahan berkelanjutan, yang masing-masing lalu mencari sponsor negara asing….

Para pemimpin sepakat tidak ingin Indonesia seperti Afghanistan yang suku-sukunya saling bersaing sampai tidak bisa membina kesatuan nasional, sehingga menjadi ajang intervensi pihak-pihak asing….

Para pemimpin sepakat tidak ingin Indonesia seperti Irak yang melakukan separasi berdasarkan etnis dan kepercayaan, sehingga akhirnya diintervensi asing dan sumber dayanya dihisap asing, dan hingga sekarang terlanda peperangan yang tak berkesudahan

Para pemimpin sepakat tidak ingin Indonesia tidak seperti Mesir, Libia dan Suriah yang gagal mengelola kesoliditas internal pada waktu gelombang “Arabian Spring”, sehingga terkoyak-koyak oleh kepentingan negara-negara asing.

Lihat kekuatan bangsa Indonesia yang baru saja pada tahun 2015 meletakkan pondasi yang kokoh, baik secara teknis maupun politis. yang lalu diteruskan pada tahun 2016 dengan melakukan percepatan pembangunan .13 paket ekonomi sudah diluncurkan. Bangsa Indonesia siap bertransformasi dari ekonomi konsumsi, dari ekonomi yang banyak terbebani inefisiensi, dari ekonomi yang banyak terbebani rente dan korupsi, ke ekonomi produksi, ke ekonomi yang efisien , ke ekonomi yang kreatif dan inovatif, dan ekonomi yang bersih.

Lihat saja pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di kisaran 5% walau di tengah situasi ekonomi internasional yang kurang kondusif. Lihatlah kekuatan bangsa Indonesia, yang hanya dengan 2.5% yang ikut tax Amnesty saja telah tercapai target deklarasi hampir Rp 4000 triliun.

Lihatlah tim nasional Indonesia yang berlaga di ajang AFF 2016 , jika ingin melihat miniatur Indonesia saat ini ! Tim pertama ‘New Born PSSI”, setelah di skors FIFA selama hampir setahun…dengan persiapan yang minim, namun dengan semangat nasionalisme yang membara…., dengan semangat pantang menyerah sampai titik keringat penghabisan…., tim-tim yang jauh lebih solid dan lebih kuat pun bisa dikalahkan. Lihatlah kebhinekaan Indonesia…. Lihatlah kerjasama dalam saling mendukung….., biarpun banyak kesalahan baik individu maupun tim karena belum lama berkumpul…., biar pun sampai fatal yang membuat kebobolan…., biarpun sampai fatal tidak mampu mengendalikan emosi sampai mendapat kartu merah…..Dengan tim yang baru lahir seperti itu saja sudah bisa bersaing…bahkan sampai ke partai puncak dan hampir juara !….Apalagi kalau nanti PSSI sudah bisa menggelar kompetisi rutin dengan pembinaan yang berjenjang… !

“Karena kita lihat timnas Garuda ini betul-betul bisa menyatukan bangsa kita, menunjukkan kekuatan persatuan, menunjukkan kebhineka tunggal ikaan kita, bahwa perbedaan, kemajemukan , keberagaman itu menjadi sebuah sumber kekuatan bangsa kita” (Jokowi 19 Desember 2016)

Pancasila juga harus menjadi ideologi yang bekerja, yang terlembagakan dalam sistem, dalam kebijakan baik di bidang ekonomi, politik maupun sosial budaya. Saya yakin hanya dengan itu kita akan memiliki pondasi yang kokoh dalam menghadapi setiap permasalahan bangsa, yang serta bisa dengan percaya diri menyongsong masa depan kita. Oleh sebab itu kita ingin membuat sebuah lembaga, sebuah unit pemantapan Pancasila dibawah Presiden langsung” (Jokowi 19 Desember 2016)

“Torang Samua Basudara”, kita semua bersaudara, maka Presiden ingin agar sebaran kebencian, hasutan, fitnah, caci maki, dan semacamnya itu untuk dihentikan. “Apabila itu diteruskan, bangsa kita akan menjadi bangsa yang lemah dan pesimis. Kita tidak mau itu terjadi. Kita harus menjadi bangsa pekerja keras, bangsa yang optimis, dan bangsa pemenang. Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang tidak produktif. “Musuh kita sebenarnya adalah kemiskinan, ketimpangan antara kaya dan miskin, ketimpangan antar wilayah, dan juga korupsi. Itulah musuh kita sebenarnya” (Jokowi, 27 Desember 2016)

Akhirnya dengan sesuai dengan Tuhan YME yang tidak pernah lelah pada para pemimpin Indonesia, usaha tak kenal lelah Presiden Jokowi dan para pemimpin Indonesia untuk menyatukan arah ke depan telah tercetus secara menggelegar ke seluruh dunia !. Jika momen sumpah pemuda 28 Oktober 1928….sumpah NKRI…Kebhinekaan, atas rahmat Tuhan YME telah mengantarkan Indonesia ke gerbang kemerdekaan politik 17 Agustus 1945. Maka persatuan para pemimpin untuk fokus mengarahkan masyarakat dengan semangat yang sama pada momen 212 dan 412, dengan rahmat Tuhan YME akan pula mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan sepenuhnya…..masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila…dan memenuhi takdir dari Tuhan Yang Maha Esa, pembentuk Indonesia, untuk menjadi Zamrud Khatulistiwa yang berkilau-kilau hijau teduh ke seluruh dunia.

TIM REDAKSI KITANESIA

 

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN