Walikota Airin Pimpin Pembongkaran Bangunan Panin

Image : diambil dari camera pemantau pekerjaan yang dInstall di atas atap pada pukul 13.28 ( 15/10/2016)

KITANESIA– Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany memimpin pembongkaran salah satu bangunan gedung bertingkat tinggi di Bintaro, yang pada tanggal 2 Juni 2016 lalu mengalami keruntuhan yang spektakuler dan menghebohkan pada saat proses pembongkaran. Proses pembongkaran ini dimulai pada tanggal 14 Oktober 2016 pukul 22.00, dengan menggunakan metoda yang mengkombinasikan penambahan beban dan pelemahan kekuatan struktur (link ke berita lalu). Sosialisasi yang masif membuat kegiatan ini sangat menarik perhatian masyarakat dan pers, yang berbondong-bondong sejak Jum’at malam datang untuk melihat dan meliput kegiatan tersebut.

unknown-5

Proses pembongkaran ini didampingi oleh berbagai pihak terkait yaitu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai pembina konstruksi, Tim Ahli Bangunan Gedung Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Asosiasi Profesi, serta aparat keamanan setempat. Tepat pukul 22.00, pihak kepolisian mulai melakukan pengaturan lalulintas agar dalam radius 300 m tidak ada kegiatan umum. Pukul 22.40 kondisi jalan sudah steril, dan mobil pemadam kebakaran mengambil posisi pada tempatnya. Pukul 23.30 pembebanan mulai dilakukan dengan mengangkat pasir dalam kemasan jumbo bag ke lantai atas bangunan.

Proses pembongkaran ini dipantau terus oleh Tim Ahli Bangunan Gedung, mengingat metoda ini secara pelaksanaan sangat aman dan konservatif terhadap lingkungan, namun pada beban berapa dan kapan akan terjadinya keruntuhan, sangat tergantung dari kondisi kualitas struktur aktual. Pemantauan pada jumlah dan posisi beban serta pergerakan bangunan akan menentukan langkah-demi langkah yang dilakukan. Perkiraan optimis pelaksana adalah bangunan akan runtuh pada beban 100 ton, sedangkan perubahan bentuk yang dijadikan batas kritis adalah 5 cm. Kecepatan penambahan beban berkisar 10 ton/jam.

Sampai pukul 4.00 tanggal 15 Oktober 2016, beban sudah mencapai 44.8 ton pada satu sisi pembebanan, dengan perubahan bentuk maksimum sekitar 2 cm di sisi yang terkena beban. Kondisi ini menunjukkan bahwa bangunan masih dalam kondisi ‘kuat’, sehingga masih perlu waktu yang cukup panjang. Pihak keamanan lalu memutuskan untuk membuka lalulintas, dengan catatan jika pembebanan dan perubahan mendekati kritis, maka akan dilakukan lagi pengaturan lalulintas.

Airin menunggu dilokasi ditemani oleh para Ahli hingga dini hari
Airin menunggu dilokasi ditemani oleh para Ahli hingga dini hari

Sampai pukul 13.45 tanggal 15 Oktober 2016, pembebanan sudah mencapai 92 ton dengan distribusi yang sudah hampir merata di seluruh area pembebanan. Perubahan bentuk pun sudah merata di seluruh area pembebanan, dengan besar perubahan bentuk sekitar 3 cm. Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG), lalu melakukan kajian terhadap kondisi ini, dan menyimpulkan adanya kemungkinan dibutuhkan beban yang lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya untuk meruntuhkan bangunan.

Session diskusi dengan para Ahli (15/10/2016)
Session diskusi dengan para Ahli (15/10/2016)

Jadi proses pembebanan akan dilanjutkan sampai beban 150 ton atau perubahan bentuk 5 cm, sebelum dilakukan tindakan pemberian beban secara dinamis, dengan memukul dan menarik bagian core dengan wrecking ball dan crane. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu 6 jam ke depan sampai pukul 20.00 15 Oktober 2016. Pengaturan lalulintas diperkirakan akan kembali dilakukan pukul 17.00 15 Oktober 2016

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN