World Halal Travel Award 2015 Untuk Lombok

Kitanesia, Mataram – Sejak Nusa Tenggara Barat mendapat penghargaan dunia di bidang pariwisata dalam acara World Halal Travel Award 2015 yang diselenggarakan di Abu Dhabi, seraya seluruh komponen mulai dari pemerintah daerah, pelaku bisnis hingga masyarakat terus giat mendorong agar wisata halal bisa sukses di Bumi Komodo ini.

Nusa Tenggara Barat dengan Lombok dan Sumbawanya memenangkan dua kategori, yaitu: World Best Halal Honeymoon Destination dan World Best Halal Tourism Destination di acara World Halal Travel Award 2015 itu.

Guna mendukung suksesnya destinasi wisata syariah, Propinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan kegiatan Sosialisai sertifikasi halal bagi pelaku usaha Hotel dan Restoran. Dalam sosialisasi itu, TGH. M. Zainul Majdi (Gubernur Nusa Tenggara Barat) mengatakan bahwa seluruh usaha yang berkaitan dengan tujuan wisata, akomodasi, transportasi dan semua yang terkait dalam tujuan seorang turis atau pelancong harus memenuhi kriteria yaitu aman dan nyaman. Zainul Madji dalam sambutannya berkata “kesadaran kepada wisatawan muslim untuk mengkonsumsi makanan dan minuman selama mereka berwisata dan untuk menyamankan mereka bisa beribadah yang tinggal di hotel.” (10/2015)

Sementara itu, atas kerjasama pemerintah daerah dengan MUI NTB, tahun 2015 telah menerbitkan 170 sertifikat halal untuk hotel, restoran, catering, serta produk olahan. Tahun 2016 ini, MUI NTB telah mengeluarkan sertifikasi ke lebih dari 600 produk-produk wisata halal baik berupa makanan, ataupun cinderamata setempat. Tujuannya agar wisatawan muslim yang berkunjung ke Lombok tidak khawatir dengan soal halal haram. “Sertifikasi itu sebagai bentuk dukungan akan wisata halal, agar wisatawan muslim merasa aman saat mengkonsumsi makanan atau membeli oleh-oleh,” tutur Mustamiudin Ibrahim, ketua MUI NTB.

Bagi restoran terutama rumah makan dan kuliner PKL yang belum memiliki sertifikat halal, pemerintah daerah bekerja sama dengan Asosiasi Hotel, rumah makan serta Asosiasi Pedagang Kaki Lima melakukan pendataan pengusaha kuliner guna pengadaan sertifikat halal.

Upaya pengadaan sertifikat halal bagi pelaku bisnis di Propinsi Nusa Tenggara Barat ini, mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp. 2 juta yang dialokasikan dari APBD. Dana subsidi sertifikat halal tersebut sebagai upaya pemerintah daerah memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata halal yang sudah diakui dunia.

Sertifikat halal ini memberikan jaminan kepada para tamu, bahwa apa yang mereka konsumsi di sebuah restoran dan rumah makan berbahan baku halal. Halal dalam hal ini juga berarti kejujuran dan tidak melakukan berbagai hal-hal yang bertentangan dengan agama manapun. Halal, bukan semata-mata halal dalam bentuk makanan, tetapi halal yang dapat juga diartikan sebagai kejujuran dalam berbagai sektor pelayanan pariwisata.

Saat ini banyak wisatawan muslim dari negara Timur Tengah yang datang berwisata  ke Lombok. Lalu Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provnsi NTB “meyakini angka kunjungan wisatawan ke pulau Lombok dan Sumbawa di tahun 2016 ini mencapai target 3 juta wisatawan. Optimisme itu juga melihat tren angka kunjungan wisatawan pada bulan Januari dan Februari mengalamai kenaikan,” tutup Lalu Faozal.

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN PESAN